5 Harta Karun Perang Dunia II yang Belum Ditemukan hingga Kini Halaman 3 - Kompas.com

5 Harta Karun Perang Dunia II yang Belum Ditemukan hingga Kini

Kompas.com - 11/02/2019, 19:50 WIB
Kapal selam USS Queenfish yang menenggelamkan kapal Awa Maru milik Jepang di Selat Taiwan pada 1945.Wikipedia Kapal selam USS Queenfish yang menenggelamkan kapal Awa Maru milik Jepang di Selat Taiwan pada 1945.

4. Emas Yamashita

Seperti halnya kereta emas Nazi, legenda emas Yamashita menjadi salah satu misteri sejarah.

Fakta sejarah menuliskan, Jepang menduduki Asia di masa Perang Dunia II, menghancurkan banyak kota dan menjarah benda berharga.

Menurut sejumlah sejarawan, Kaisar Jepang membentuk sebuah unit khusus bernama Kin no Yuri yang artinya "Bunga Lili Emas" untuk melakukan penjarahan di Asia.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Pertempuran Midway, Titik Balik Perang Pasifik

Disebutkan, berdasarkan perintah Jenderal Tomoyuki Yamashita, hasil jarahan itu kemudian disimpan di sejumlah terowongan bawah tanah di Filipina.

Setelah perang usai, legenda ini memicu warga Filipina dan asing melakukan pencarian. Namun, sejauh ini belum ada yang berhasil.

Pada 1988, emas Yamashita menjadi pusat kasus hukum antara pemburu harta karuan Rogelio  Roxas dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos.

Roxas mengklaim, dia memiliki peta lokasi emas Yamashita yang dia dapatkan dari putra seorng mantan tentara Jepang yang bertugas di masa perang.

Roxas pernah menuju ke lokasi itu bersama timnya dan setelah berburu mereka menemukan sejumlah bukti seperti bayonet, pedang katana, dan kerangka tentara Jepang yang masih mengenakan seragam.

Mereka juga menemukan patung emas Buddha setinggi satu meter dengan berat sekitar 1 ton.

Roxas juga mengklaim menemukan sejumla kotak yang salah satunya berisi emass batangan.

Namun, saat Marcos mengetahui soal itu, dia memerintahkan Roxas dipenjara dan menyita semua temuannya. Roxas meninggal dunia semalam sebelum sidang digelar.

5. Awa Maru

Kapal barang Jepang Awa Maru dibangun dan dioperasikan perusahaan perkapalan Nippn Yusen Kaisha.

Namun, saat Perang Dunia II, AL Jepang mengambil alih kapal ini dan fungsi kapal yang seharusnya sebagai kapal penumpang berubah di masa Perang Pasifik.

Pada 1945, Awa Maru sedang berada di Samudera Pasifik membawa ratusan personel militer, diplomat, dan warga sipil dari Singapura.

Pada 1 April 1945 malam, saat berlayar dari Singapura, Awa Maru dicegat kapal selam AS Queenfish di Selat Taiwan.

Queenfish salah mengindentifikasi Awa Maru sebagai sebuah kapal perusak, meski kapal itu berfungsi sebagai kapal rumah sakit yang dilindungi Palang Merah dan kesepakatan "Pembebasan Tawanan Perang".

Queenfish menyerang Awa Maru dengan sejumlah torpedo. Kapal itu pun tenggelam. Dari 2.400 penumpang dan awaknya hanya satu orang yang lolos dari kematian.

Baca juga: 70 Tahun Hilang di Dasar Laut Jawa, Kapal Selam Jerman Ditemukan

Sebelum pelayaran terakhir Awa Maru, sejumlah orang mengaku melihat berbagai barang yang diduga benda selundupan dari Singapura dimasukkan ke kapal itu.

Rumornya, di antara benda-benda yang ikut tenggelam bersama Awa Maru terdapat emas, platina, dan berlian bernilai 5 miliar dolar AS.


Page:

Close Ads X