Siksa Pembantu, Manager Salon Kecantikan Singapura Dipenjara 3 Tahun - Kompas.com

Siksa Pembantu, Manager Salon Kecantikan Singapura Dipenjara 3 Tahun

Kompas.com - 11/02/2019, 18:48 WIB
Orchard Road, kawasan perbelanjaan terkenal Singapura yang banyak dikunjungi para wisatawan manca negara termasuk Indonesia.wikipedia Orchard Road, kawasan perbelanjaan terkenal Singapura yang banyak dikunjungi para wisatawan manca negara termasuk Indonesia.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Berhenti sudah segala penyiksaan yang diterima Phyu Phyu Mar, perempuan asal Myanmar yang bekerja sebagai pembantu manajer salon Anew Me Beauty Asthetic di Orchard Road, Singapura.

Setelah berbagai penyiksaan dari sang majikan pada 2016, kini dia dapat bernapas lega.

Bosnya, Linda Seah Lei Sie, pada Senin (11/2/2019), diputuskan bersalah karena melakukan penganiayaan selama berbulan-bulan terhadap Phyu.

Baca juga: Begini Nasib Pengemudi Go-Jek Singapura yang Dituduh Culik Penumpang

Kini Linda harus menerima konsekuensi dari perbuatannya dengan tinggal di penjara selama tiga tahun.

Melansir dari Straits Times, perempuan berusia 39 tahun itu juga harus membayar biaya kompensasi bagi Phyu sebesar 11.800 dollar Singapura atau sekitar Rp 122 juta.

Linda akan menghaiskan waktu tambahan di bui selama enam pekan jika dia tidak mampu membayar denda tersebut.

"Ketidaksenangan Linda terhadap pekerjaan korban tidak membenarkan segala bentuk kekerasan," ucap hakim distrik, Olivia Low.

"Dia masih memiliki bekas luka di bahu kiri dan harus mengenakan jaket untuk menutupinya," imbuh sang hakim.

Lalu, apa saja penyiksaan yang dilakukan Linda kepada Phyu hingga masalah ini berujung pada hotel prodeo?

Phyuh dipaksa majikannya untuk menyiramkan air ke tubuhnya sendiri, menjambak rambut, dan memukul kepalanya dengan ponsel. Linda bahkan memaksa perempuan itu minum air dengan pembersih lantai.

Air panas yang mengenai lengan kiri Phyuh pun masih meninggalkan luka bakar akibat melepuh.

Selain itu, hakim menilai Linda tidak memberi makan Phyuh sehingga menyebabkannya menjadi kurang gizi, dan gajinya juga tidak dibayarkan.

Baca juga: Lucy Si Jerapah Usia 14 Tahun di Singapura Mati Saat Melahirkan

Suami Linda, Lim Toon Leng, juga tak lepas dari jerat hukum. Dia dipenjara selama enam pekan karena memukul kening Phyuh.

Diwartakan AFP, kekerasan terhadap pekerja domestik tidak lazim di Singapura karena memiliki peraturan yang sangat ketat.

Namun beberapa kasus justru menjadi sorotan seperti pada 2017 ketika pasangan di Singapura membiarkan pembantu asal Filipina kelaparan hingga berat badannya hanya 29 kg. Atas perbuatan itu, keduanya kini dipenjara.


Terkini Lainnya

Citarum Harum yang Dianggap Tak Maksimal..

Citarum Harum yang Dianggap Tak Maksimal..

Megapolitan
Teka Teki Kasus Penganiayaan Pegawai KPK yang Mulai Terkuak..

Teka Teki Kasus Penganiayaan Pegawai KPK yang Mulai Terkuak..

Megapolitan
Debat Kedua, Para Capres Dinilai Sudah Mulai Bahas Hal Konseptual

Debat Kedua, Para Capres Dinilai Sudah Mulai Bahas Hal Konseptual

Nasional
Jokowi: Debat kok Dilaporkan, Enggak Usah Debat Saja...

Jokowi: Debat kok Dilaporkan, Enggak Usah Debat Saja...

Nasional
Guru Honorer di Depok Keluhkan Gaji yang Terlambat

Guru Honorer di Depok Keluhkan Gaji yang Terlambat

Megapolitan
Teriakan Pendukung dalam Debat Dinilai Bisa Intimidasi Kandidat

Teriakan Pendukung dalam Debat Dinilai Bisa Intimidasi Kandidat

Nasional
Warga Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Bali Mengaku Disiksa di Penjara

Warga Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Bali Mengaku Disiksa di Penjara

Internasional
Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Regional
Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Regional
[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

Megapolitan
Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Internasional
TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan
Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Regional

Close Ads X