Nama Putri Ubolratana Resmi Dicoret sebagai Kandidat PM Thailand

Kompas.com - 11/02/2019, 18:37 WIB
|

BANGKOK, KOMPAS.com - Pada Senin (11/2/2019), komisi pemilihan umum Thailand secara resmi mendiskualifikasi Putri Ubolratana yang ingin mencalonkan diri menjadi perdana menteri.

Keputusan ini juga sekaligus mengakhiri kedekatan politik singkat antara Ubolratana dengan sebuah partai yang terkait dengan klan Shinawatra yang amat kuat.

Diskualifikasi ini terjadi hanya beberapa hari setelah pernyataan resmi kerajaan yang mengecam rencana Ubolratana itu.

Baca juga: Pernyataan Raja Thailand Bikin Putri Ubolratana Batal Jadi Calon Perdana Menteri

Ketidakpastian terjadi di Thailand sejak Jumat pekan lalu ketika Partai Thai Raksa Chart mengumumkan Putri Ubolratana, kakak Raja Maha Vajiralongkorn, sebagai kandidat partai untuk menduduki kursi perdana menteri.

Diusungnya nama Ubolratana di mata beberapa orang merupakan kesepakatan bawah tangan dengan Thaksin Shinawatra, miliarder sekaligus mantan perdana menteri yang kini mengasingkan diri.

Namun, sebuah perintah kerajaan langsung dari Raja Vajiralongkorn mematikan aspirasi politik tak terduga itu.

Raja bersikukuh, keluarga kerajaan harus berada di atas kepentingan politik dan menggambarkan pencalonan Ubolratana itu amat tidak pantas.

Keluarga kerajaan Thailand yang amat kuat ini sangat dihormati rakyatnya dan dilindungi undang-undang anti-penistaan yang amat keras.

Bagi warga Thailand, apa pun perkataan raja dianggap sebagai sebuah titah yang sudah final.

Itulah yang terjadi, titah raja kemudian berujung para keputusan komisi pemilu yang mendiskualifikasi Ubolratana.

Baca juga: Raja Thailand Kecam Upaya Kakaknya Jadi Calon Perdana Menteri

"Komisi pemilu hari ini mengumumkan mencoret nama kandidat Putri Ubolratana yang diusung partai Thai Raksa Chart," demikian pernyataan komisi pemilihan umum.

Meski amat singkat, niat Putri Ubolratana menjadi perdana menteri memanaskan dunia peropolitikan Thailan menjelang pemilu pada 24 Maret mendatang.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.