Kompas.com - 11/02/2019, 17:56 WIB

WELLINGTON, KOMPAS.com — Kebakaran hutan di Selandia Baru diperkirakan terus menyala selama beberapa pekan ke depan, sementara api sudah menjauh dari area permukiman.

Sekitar 3.000 penduduk Wakefield, di pinggiran Nelson, Pulau Selatan, diminta untuk mengikuti perintah evakuasi pada Sabtu (9/2/2019) karena api telah berjarak 2 km dari rumah mereka.

Diwartakan kantor berita AFP, Senin (11/2/2019), kebakaran muncul pada awal pekan lalu, yang mengakibatkan suhu panas di area hutan lebat.

Baca juga: Bikin Tato Harry Styles di Pipi, Artis Selandia Baru Dikecam Netizen

Hingga Senin, api diperkirakan telah menghanguskan area seluas 2.300 hektar.

Kepala pemadam kebakaran John Sutton menyatakan, meski kondisinya telah mereda, kobaran api masih tidak bisa diprediksi.

Selain itu, terlalu dini untuk menyebut kebakaran dapat dikendalikan.

"Masih ada kobaran besar di sini dan banyak juga area yang belum terbakar," katanya.

"Jadi walau kami mungkin membelokkan api ke sudut, akan ada pemadam kebakaran yang mengatasi kebakaran ini sampai Maret," ucapnya.

Kepala pertahanan sipil setempat Roger Ball menyatakan, penduduk Wakefield dapat kembali ke rumah secepatnya pada Senin malam.

Namun, wilayah permukiman mereka tetap berada dalam status darurat.

"Penduduk yang kembali harus memahami dan menerima bahwa mereka harus bersiap jika dievakuasi lagi apabila kondisinya berubah," tuturnya.

Kebakaran tersebut diyakini tidak sengaja ditimbulkan oleh peralatan pertanian meski ada juga kebakaran kecil yang sengaja dilakukan.

Baca juga: Bertingkah Laku Buruk, Keluarga Turis Inggris Dideportasi dari Selandia Baru

Sejauh ini satu rumah telah hancur oleh api dan belum ada laporan kematian atau cedera.

Laporan New Zealand Herald menyebutkan, lebih dari 100 personel berupaya mengatasi kebakaran sepanjang malam.

Sebanyak 22 helikopter juga diterjunkan untuk membantu upaya pemadaman api. Kebakaran itu disebut sebagai kebakaran hutan terbesar sejak 1955.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.