Pesawat Ryanair dan EasyJet Nyaris Bertabrakan di Udara - Kompas.com

Pesawat Ryanair dan EasyJet Nyaris Bertabrakan di Udara

Kompas.com - 11/02/2019, 17:35 WIB
Sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Ryanair.Shutterstock Sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Ryanair.

MADRID, KOMPAS.com — Seorang penumpang maskapai penerbangan Ryanair mengalami patah pergelangan kaki saat melindungi anaknya ketika pesawat yang ditumpanginya mendadak berubah arah.

Pilot pesawat Ryanair dengan nomor penerbangan 737 itu terpaksa melakukan manuver drastis untuk mencegah tabrakan dengan pesawat lain yang terlihat di jalurnya.

Insiden ini terjadi pada Minggu (10/2/2019) saat pesawat itu sedang terbang dalam mode "autopilot" di ketinggian sekitar 11.200 meter di atas Kepulauan Canary, Spanyol, pada pukul 16.38 waktu setempat.

Baca juga: Tidur di Lantai Bandara Spanyol, 6 Awak Kabin Ryanair Dipecat

Awalnya, pilot pesawat itu meminta izin menara pengawas untuk turun hingga ke posisi 3.900 meter. Saat itu menara pengawas tidak keberatan dengan permintaan pilot.

Namun, saat baru turun sekitar 300 meter, menara pengawas meminta pesawat itu untuk menghentikan proses itu.

Alasan perubahan mendadak itu karena sebuah pesawat milik EasyJet terbang di ketinggian 10.600 meter di kawasan yang sama.

"Beberapa detik kemudian pada pukul 16:38:07, menurut data penerbangan, pilot pesawat (Ryanair) memilih model ALT HOLD di panel kontrol untuk mempertahankan ketinggian," demikian sebuah laporan menyebutkan.

"Saat itu pesawat tersebut (Ryanair) sedang melewati FL364 (EasyJet) dengan kecepatan penuh dalam proses penurunan ketiggian," kata seorang penyelidik kecelakaan udara Spanyol.

"Beberapa saat kemudian, menurut data penerbangan, pilot pesawat (Ryanair) memilih mode ALT HOLD di panel kontrol untuk mempertahankan ketinggian," kata penyidik itu.

"Sedetik kemudian pesawat itu melintasi level ketinggian FL363, dan pilot memutuskan untuk menghentikan mode autopilot," lanjutnya.

"Menurut pernyataan pilot, dia berpikir telah melewati level FL360 dan menilai manuver itu berlangsung terlalu lama dan memutuskan secara manual kembali ke level terbang yang diinstruksikan menara pengawas," kata penyidik itu.

Akibat perubahan arah mendadak tanpa peringatan itu, kru kabin dan beberapa penumpang yang tengah berdiri terjatuh.

Di antara yang terjatuh itu adalah penumpang yang akhirnya mengalami patah pergelangan kaki.

"Penumpang yang terluka itu memegang seorang anak berusia sekitar lima tahun di tangan kanannya saat keluar dari toilet," kata seorang kru kabin.

"Dia menggunakan tubuhnya untuk melindungi anaknya yang mengakibatkan kakinya berada di posisi tidak natural sehingga pergelangan kakinya patah," kata kru kabin itu.

"Setelah kejadian itu, penumpang tersebut menjerit kesakitan dan keluarganya memprotes kejadian itu," ujar sang kru kabin.

Baca juga: Warganet Serukan Boikot terhadap Ryanair karena Ucapan Rasis Penumpang

Hasil investigaasi memastikan, cedera yang dialami penumpang itu disebabkan adanya manuver mendadak saat pilot secara manual mengambil alih kendali pesawat.

"Faktor lain yang ikut berkontribusi adalah fakta bawa mode autopilot dimatikan untuk melakukan manuver manual, yang menghasilkan adanya manuver mendadak," ujar penyidik.


Terkini Lainnya

Joko Driyono Diperiksa 20 Jam sebagai Tersangka Perusakan Barang Bukti

Joko Driyono Diperiksa 20 Jam sebagai Tersangka Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Citarum Harum yang Dianggap Tak Maksimal..

Citarum Harum yang Dianggap Tak Maksimal..

Megapolitan
Teka Teki Kasus Penganiayaan Pegawai KPK yang Mulai Terkuak..

Teka Teki Kasus Penganiayaan Pegawai KPK yang Mulai Terkuak..

Megapolitan
Debat Kedua, Para Capres Dinilai Sudah Mulai Bahas Hal Konseptual

Debat Kedua, Para Capres Dinilai Sudah Mulai Bahas Hal Konseptual

Nasional
Jokowi: Debat Kok Dilaporkan, Enggak Usah Debat Saja...

Jokowi: Debat Kok Dilaporkan, Enggak Usah Debat Saja...

Nasional
Guru Honorer di Depok Keluhkan Gaji yang Terlambat

Guru Honorer di Depok Keluhkan Gaji yang Terlambat

Megapolitan
Teriakan Pendukung dalam Debat Dinilai Bisa Intimidasi Kandidat

Teriakan Pendukung dalam Debat Dinilai Bisa Intimidasi Kandidat

Nasional
Warga Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Bali Mengaku Disiksa di Penjara

Warga Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Bali Mengaku Disiksa di Penjara

Internasional
Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Regional
Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Regional
[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

Megapolitan
Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Internasional
TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan

Close Ads X