Tak Ada Penawaran, Lima Lukisan Bertanda Tangan Hitler Gagal Dilelang

Kompas.com - 11/02/2019, 14:35 WIB
Sejumlah barang-barang memorabilia Nazi yang dilelang oleh rumah lelang Weidler di Kota Nuremberg, Jerman. AFP / DANIEL KARMANNSejumlah barang-barang memorabilia Nazi yang dilelang oleh rumah lelang Weidler di Kota Nuremberg, Jerman.

NUREMBERG, KOMPAS.com - Lima lukisan bertanda tangan Adolf Hitler gagal dilelang setelah tidak ada pihak yang mengajukan penawaran atas memorabilia Nazi itu.

Lima lukisan cat air yang diduga merupakan karya pemimpin Nazi Jerman itu dilelang dengan penawaran awal antara 19.000 hingga 45.000 euro (sekitar Rp 302 juta hingga Rp 715 juta).

Diduga harga penawaran yang dinilai terlalu mahal telah membuat sejumlah calon pembeli potensial batal mengikuti lelang.

Selain itu beredar keraguan akan keaslian lukisan tersebut benar sebagai karya Hitler.

Rumah lelang Weidler, yang bertanggung jawab dalam pelelangan, menolak berkomentar tentang alasan gagal terjualnya lima lukisan tersebut.

Baca juga: Lima Lukisan Diduga Buatan Adolf Hitler Bakal Dilelang

Namun pihak rumah lelang mengatakan lukisan-lukisan tersebut belum bisa dijual di kemudian hari.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah barang-barang memorabilia Nazi akan dilelang oleh The Weidler di Kota Nuremberg, Jerman, pada Sabtu (9/2/2019).

Selain lima buah lukisan bertema pemandangan dan bertanda tangan Adolf Hitler, juga turut dilelang sebuah vas dan kursi rotan dengan ornamen swastika pada bagian lengan kursi yang dipercaya milik mendiang diktator Nazi yang memerintah pada 1934-1945 itu.

Dipilihnya Kota Nuremberg sebagai lokasi lelang tak lepas dari sejarah kota itu yang menjadi tempat bagi para anggota Nazi diadili lebih dari 70 tahun silam.

Wali Kota Nuremberg Ulrich Maly dalam wawancara dengan harian Sueddeutsche Zeitung sempat mengatakan menentang lelang tersebut dan menyebutnya sangat tidak bisa dibenarkan.

Beberapa hari menjelang lelang, sejumlah karya seni ditarik karena diduga palsu.

Pihak kejaksaan pada Rabu (6/2/2019) mengumpulkan 63 karya seni dari Rumah Lelang Weidler yang memiliki bertanda "A.Hitler", termasuk beberapa yang tidak direncanakan untuk lelang.

Kantor kejaksaan Nuremberg-Fuerth mengatakan telah memulai penyelidikan atas dugaan pemalsuan dokumen dan upaya penipuan menggunakan barang-barang seni tersebut.

"Jika barang-barang itu ternyata palsu, kami akan mencoba mencari tahu siapa pemilik barang-barang tersebut," kata kepala jaksa penuntut, Antje Gabriels-Gorsolke.

Pihak rumah lelang Weidler menegaskan dalam sebuah pernyataan, meski benda-benda seni tersebut ditarik dari penjualan, tidak berarti barang-barang itu secara otomatis palsu.

Baca juga: Hendak Dilelang, Tiga Lukisan Bertanda Tangan Hitler Disita Polisi Jerman

Penjualan karya seni Hitler, yang pernah mencoba peruntungan sebagai seniman di Austria, menjadi bahan kecaman karena kolektor biasanya bersedia membayar mahal untuk peninggalan Nazi.

Di Jerman, menampilkan segala sesuatu tentang Nazi merupakan perbuatan ilegal kecuali untuk tujuan pendidikan dan pengenalan sejarah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X