Menteri Saudi Saat Ditanya di Mana Jenazah Khashoggi: Kami Tidak Tahu

Kompas.com - 11/02/2019, 06:33 WIB
Potongan video memperlihatkan seorang anggota tim eksekutor keluar dari mobil dan setelah itu membawa kantong plastik yang diduga berisi jenazah Jamal Khashoggi di kediaman Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. Screengrab from Yeni SafakPotongan video memperlihatkan seorang anggota tim eksekutor keluar dari mobil dan setelah itu membawa kantong plastik yang diduga berisi jenazah Jamal Khashoggi di kediaman Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Arab Saudi menyatakan pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi dilakukan oleh para pejabat pemerintah di luar otoritas mereka.

Jurnalis berusia 59 tahun itu dimutilasi setelah sebelumnya tewas dengan cara dicekik pada 2 Oktober 2018 di kantor Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Baca juga: PBB: Pembunuhan Brutal Jamal Khashoggi Dilakukan oleh Saudi

Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Adel al-Jubeir berkata, saat ini 11 orang menjadi terduga pelaku pembunuhan, dengan lima di antaranya dituntut hukuman mati.


Dalam wawancara dengan CBS Face The Nation seperti dikutip AFP Minggu (10/2/2019), Jubeir sempat mendapat pertanyaan di mana jenazah Khashoggi disembunyikan.

"Kami tidak tahu," ujar mantan Menteri Luar Negeri periode 2015 sampai 2018 itu. Dia kemudian kembali mendapat pertanyaan apakah para pelaku tidak memberi tahu lokasinya.

Jubeir menjawab saat ini jaksa penuntut masih terus menyelidiki dan berujar saat ini pihak penyelidik mempunyai sejumlah teori.

"Kami terus menanyakan mereka di mana lokasi jenazah itu berada. Saya berharap pada akhirnya kami bakal menemukan kebenaran," ungkapnya.

Menteri 57 tahun itu melanjutkan, kematian Khashoggi merupakan tragedi yang mengerikan, dan menegaskan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman ( MBS) tak terlibat.

Jubeir menegaskan jajaran penegak hukum bakal menginvestigasi kasus itu hingga tuntas, dan menghukum pelakunya secara transparan.

"Putra mahkota tak ada kaitannya. Tidak ada perintah untuk membunuh dia (Khashoggi). Seluruh negeri masih terkejut akan insiden ini," ujar dia.

Jubeir kemudian mendapat paparan artikel dari The New York Times bahwa Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) menyadap percakapan MBS.

Dalam rekaman tersebut, kepada ajudannya MBS sempat mengatakan bakal menggunakan "peluru" kepada Khashoggi, setahun sebelum pembunuhan terjadi.

"Saya tidak akan mengomentari laporan dari sumber tidak jelas. Ini bukanlah operasi yang dilakukan pemerintah," ucap Jubeir dilansir Huffington Post.

Wawancara CBS dengan Jubeir terjadi pada Jumat (8/2/2019), hari yang sama dengan tenggat waktu dari Kongres AS kepada Presiden Donald Trump.

Hingga tenggat waktu itu berakhir, Trump tidak memberi laporan siapa yang bertanggung jawab atas kematian Khashoggi yang dikenal sangat kritis terhadap MBS.

Baca juga: Kepada Ajudannya, MBS Berkata Ingin Gunakan Peluru kepada Khashoggi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X