Wilayah Terpencil Rusia Umumkan Darurat "Invasi" Beruang Kutub

Kompas.com - 10/02/2019, 09:12 WIB
Ilustrasi beruang kutub. (Shutterstock) Ilustrasi beruang kutub. (Shutterstock)

MOSKWA, KOMPAS.com - Sebuah wilayah terpencil di Rusia mengumumkan status darurat karena kemunculan sejumlah beruang kutub di permukiman.

Penduduk di wilayah Arktik Rusia, Novaya Zemla, kini harus menghadapi " invasi" besar-besaran beruang kutub, dengan lebih dari 50 hewan tersebut menakuti manusia dan mencari makan di lingkungan penduduk.

Diwartakan RT, status darurat diumumkan pada Sabtu (9/2/2019), setelah beberapa pekan penduduk setempat mendapati hewan berbulu putih itu berada di sekitar mereka.

Baca juga: Invasi Ubur-ubur, dalam 3 Hari 3.500 Warga Australia Dilumpuhkan


"Penduduk takut, mereka khawatir jika pergi ke luar," kata wakil kepala pemerintahan setempat, Aleksandr Minayev.

"Kehidupan sehari-hari kacau, orangtua cemas membiarkan anak-anak pergi ke sekolah dan taman kanak-kanak," imbuhnya.

Kota Belushya Guba di wilayah tersebut menjadi yang paling terdampak oleh kedatangan beruang kutub.

Ada 52 ekor hewan itu yang nampak berkeliaran di sekitar permukiman warga.

Video yang beredar secara online menunjukkan satwa liar tersebut berjalan di jalan-jalan yang bersalju, mencari makanan di tempat sampah, dan bahkan mencoba untuk menyerang rumah.

"Saya sudah berada di Novaya Semlya sejak 1983, tapi saya belum pernah melihat invasi beruang kutub sebesar ini," kata kepala pemerintah wilayah itu, Zigansa Musin.

Dia menyatakan, ada setidaknya lima beruang kutub berada di pedesaan untuk satu hari yang panjang.

BBC mengabarkan, kehidupan beruang kutub dipengaruhi oleh perubahan iklim. Mereka semakin terpaksa untuk mencari makanan di tempat lain.

Sementara itu, pemerintah Rusia menggolongkan beruang kutub sebagai hewan terancam punah.

Baca juga: Serangan Beruang Kutub di Kanada Tewaskan Seorang Pemburu

Perburuan beruang dilarang, dan badan lingkungan federal menolak untuk mengeluarkan lisensi yang mengizinkan penembakan terhadap mereka.

Beruang kutub tidak lagi takut dengan patroli polisi dan bunyi-bunyian sinyal peringatan sehingga perlu tindakan yang lebih drastis.

Pihak berwenang mempertimbangkan untuk melakukan pemusnahan terhadap beruang jika cara tersebut gagal menakuti mereka.



Terkini Lainnya


Close Ads X