Seekor Harimau Sumatera Betina Mati Dibunuh oleh Calon Pasangannya

Kompas.com - 09/02/2019, 20:45 WIB
Melati, seekor Harimau Sumatra berusia 10 tahun yang mati dibunuh calon pasangannya di kebun binatang London, Inggris, pada Jumat (8/2/2019).Zoological Society London via CNN Melati, seekor Harimau Sumatra berusia 10 tahun yang mati dibunuh calon pasangannya di kebun binatang London, Inggris, pada Jumat (8/2/2019).

LONDON, KOMPAS.com - Seekor Harimau Sumatera betina yang berada di kebun binatang London, Inggris, dilaporkan mati dibunuh oleh calon pasangannya.

Dilaporkan BBC Jumat (8/2/2019), awalnya harimau bernama Asim didatangkan dari kebun binatang Denmark pada 29 Januari lalu.

Baca juga: Harimau Sumatra dan Badak Jawa Masuk dalam Logo Baru Lacoste

Staf kebun binatang kemudian menempatkan mereka dalam kandang yang berdekatan selama 10 hari supaya dia dan harimau bernama Melati terbiasa.

Setelah staf melihat adanya tanda positif, pada Jumat pagi waktu setempat dikutip The Guardian, mereka mulai mencoba memperkenalkan kedua kucing besar tersebut.

Langkah yang berisiko tinggi itu langsung itu terbukti ketika ketegangan mulai meninggi dan membuat Asim serta Melati bertarung.

Masyarakat Zoologi London (ZSL) menyatakan, staf mereka sebenarnya sudah bersiap dengan suar, alarm, dan suara keras lainnya.

Namun, Asim yang berarti Pelindung itu lebih kuat daripada Melati. Pada akhirnya, petugas kebun binatang berhasil memindahkan Asim ke kandang terpisah.

Sayangnya, dokter hewan yang menangani Melati mengatakan harimau berusia 10 tahun itu sudah mati. "Kami sangat terluka saat ini," ujar ZSL.

Asim yang berumur tiga tahun lebih muda dari Melati dibawa ke London sebagai bagian dari program konservasi dan pengembangbiakkan Eropa.

Saat dia datang, ZSL menuturkan Asim adalah harimau yang tampan dan percaya diri karena telah berhubungan dengan banyak betina.

"Karena itu, kedatangannya kami harapkan bisa menjadi pasangan tepat bagi Melati kami yang cantik," terang ZSL kembali.

Sebelum mati, Melati sebelumnya berhubungan dengan pejantan bernama Jae Jae, yang dipindahkan ke Kebun Binatang Parc des Felins Perancis pada 30 Januari.

Bersama Jae Jae, Melati diketahui mempunyai tujuh anak dengan salah satunya mati akibat tenggelam di kolam pada 2013 silam.

Harimau Sumatera yang mempunyai habitat di Sumatera itu kini dikategorikan sebagai hewan terancam punah akibat perburuan maupun kehilangan habitat.

Pada 1970-an, populasinya dilaporkan mencapai 1.000 orang. Sementara pada saat ini, BBC melansir tinggal 300 ekor saja.

Baca juga: BKSDA Aceh Terima Kulit Harimau Sumatera Hasil Perburuan

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X