Pernyataan Raja Thailand Bikin Putri Ubolratana Batal Jadi Calon Perdana Menteri

Kompas.com - 09/02/2019, 19:47 WIB
Dalam foto bertanggal 24 Maret 2010, Putri Thailand Ubolratana Rajakanya mengunjungi Pameran Seni Hong Kong. AFP/MIKE CLARKEDalam foto bertanggal 24 Maret 2010, Putri Thailand Ubolratana Rajakanya mengunjungi Pameran Seni Hong Kong.

Kelompok yang menyebut diri sebagai Champ 1984 menuturkan mereka sangat kecewa kepada Thai Raksa karena berani mendaftarkan anggota keluarga kerajaan.

Pakar menjelaskan dengan keputusan Thai Raksa, maka junta militer punya kans kuat untuk memenangkan pemilihan umum pada 24 Maret mendatang.

Chan-o-Cha yang merupakan pemimpin junta mendeklarasikan diri dengan bendera Partai Phalang Pracharat yang condong kepada militer.

Baca juga: Masuknya Putri Thailand ke Bursa Calon Perdana Menteri Jadi Sejarah Baru, Mengapa?

"Militer mendapat dukungan kerajaan," terang Profesor Anusorn Unno dari Universitas Thammasat yang menambahkan, jalan Chan-o-Cha begitu lapang.

Sementara profesor ilmu politik Puangthong Pawakapan menuturkan sebelum Thai Raksa membatalkan Ubolratana, sudah ada peringatan bahwa istana bakal bereaksi.

"Jika kerajaan tidak menyetujui, maka pencalonan Putri Ubolratana otomatis batal," terang profesor dari Universitas Chulalongkorn tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejarawan Chris Baker berkata, dia tidak mengetahui apa yang bakal terjadi. Namun dari pandangannya, titah Raja Vajiralongkorn begitu kuat dan tegas.

Pernyataan Raja Vajiralongkorn tidak menyudutkan kakaknya. Namun lebih kepada bentuk menyalahkan Thai Raksa yang menjadi pengusung.

Anusorn mengungkapakn keluarnya ucapan Raja Vajiralongkorn merupakan bumerang bagi Thaksin. "Titah raja secara efektif mendiskreditkan Thaksin," ujarnya.

Komisi Pemilu kini bakal memutuskan apakah tetap mencoret Ubolratana dari kontestasi atau tidak, meski banyak yang yakin sang putri bakal tereliminasi.

Baca juga: Tantang Petahana, Putri Thailand Ikut Bursa Pemilihan Perdana Menteri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.