Lima Lukisan Diduga Buatan Adolf Hitler Bakal Dilelang

Kompas.com - 09/02/2019, 17:54 WIB
Gambar yang diambil pada 8 Februari 2019 menunjukkan lukisan cat air dengan pemandangan desa dekat danau dan gunung. Lukisan itu tak biasa karena terdapat tanda tangan A Hitler dengan diduga lukisan itu dibuat oleh Pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler. AFP/DANIEL KARMANNGambar yang diambil pada 8 Februari 2019 menunjukkan lukisan cat air dengan pemandangan desa dekat danau dan gunung. Lukisan itu tak biasa karena terdapat tanda tangan A Hitler dengan diduga lukisan itu dibuat oleh Pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler.

NUREMBERG, KOMPAS.com - Lima lukisan yang diduga dibuat oleh Pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler dilaporkan bakal dilelang di kota Jerman, Nuremberg.

Dikutip AFP via The Guardian Sabtu (9/2/2019), kebijakan lelang itu memantik kemarahan karena perdagangan peninggalan Nazi masih ada.

Wali Kota Nuremberg Ulrich Maly dalam wawancara dengan harian Sueddeutsche Zeitung berkata, lelang itu sangat tidak bisa dibenarkan.

Baca juga: Pemerintah Austria Harus Bayar Rp 23,7 Miliar untuk Rumah Hitler


Di antara lukisan yang bakal dilelang terdapat gambar pemandangan danau dan gunung dengan penawaran awal sebesar 45.000 euro, atau Rp 711,4 juta.

Kemudian terdapat kursi rotan dengan lambang swastika yang disebut milik mendiang diktator Nazi yang memerintah pada 1934 sampai 1945 itu.

Rumah Lelang Weidler sengaja menggelarnya di Nuremberg karena di kota tersebut para penjahat perang Nazi diadili pada 1945 silam.

Pelelangan itu menjadi viral setelah sejumlah karya seni ditarik dengan dugaan palsu, dan membuat para penawarnya mengundurkan diri.

Penjualan karya seni Hitler, yang pernah mencoba peruntungan sebagai seniman di Austria, menjadi bahan kecaman karena kolektor biasanya bersedia membayar mahal untuk peninggalan Nazi.

"Terdapat tradisi panjang perdagangan karya seni ini dengan perenungan akan Nazisme," ujar Stephan Klingen dari Institut Sejarah Seni Pusat di Muenchen.

Dia menjelaskan, setiap kali media memberitakan rencana lelang itu, maka harganya bakal meningkat. "Secara pribadi, itu mengganggu saya," terangnya.

Di Jerman, menampilkan segala sesuatu tentang Nazi merupakan perbuatan ilegal kecuali untuk tujuan pendidikan dan pengenalan sejarah.

Agar tak melanggar hukum, Weidler memilih untuk menunjukkan barang seperti kursi rotan berlambang swastika itu melalui katalog foto.

Menurut Klingen, ketika masih menjadi seniman, Hitler adalah sosok yang amatir namun ambisius. Namun karyanya tidak menonjol.

Karena itu, keasliannya sangat sulit diverifikasi. Hingga saat ini, Weidler disebut telah menolak 26 karya yang mereka anggap palsu.

Baca juga: Hendak Dilelang, Tiga Lukisan Bertanda Tangan Hitler Disita Polisi Jerman

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X