Kompas.com - 09/02/2019, 11:17 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com - Raja Thailand Maha Vajiralongkorn akhirnya angkat bicara setelah kakaknya, Putri Ubolratana Rajakanya, berniat maju menjadi calon Perdana Menteri.

Pada Kamis (7/2/2019), Putri Ubolratana mengumumkan dia bakal bertarung dalam kursi PM dengan dukungan Thai Raksa Chart, partai bentukan mantan PM Thaksin Shinawatra.

Para pakar meyakini langkah tersebut tentu sudah mendapat persetujuan dari adiknya hingga Raja Vajiralongkorn mengeluarkan pernyataan resmi beberapa jam kemudian.

Baca juga: Masuknya Putri Thailand ke Bursa Calon Perdana Menteri Jadi Sejarah Baru, Mengapa?

Diwartakan The Guardian Jumat (8/2/2019), raja berusia 66 tahun itu mengaku terkejut dengan keputusan sang kakak untuk maju sebagai pejabat publik.

Raja Vajiralongkorn mengatakan, keterlibatan anggota kerajaan dalam politik bertentangan dengan tradisi, adat, hingga kebudayaan.

"Karena itu, setiap perilakunya bisa dipertimbangkan sangat tidak pantas," kecam Raja Vajiralongkorn dalam rilis resmi di tayangan televisi.

Raja Vajiralongkorn melanjutkan, sang kakak memang telah melepaskan gelarnya ketika dipersunting warga Amerika Serikat (AS) pada 1970-an.

"Namun, dia masih dianggap sebagai anggota Dinasti Chakri, karena itu dia diperlakukan sebagai anggota kerajaan," terang Vajiralongkorn dikutip BBC.

Pernyataan itu berpatokan kepada konstitusi negara bahwa setiap anggota kerajaan harus tetap netral dari setiap aksi politik.

Analis menuturkan dengan sikap Raja Vajiralongkorn, besar peluang Putri Ubolratana bakal didiskualifikasi dari pertarungan PM.

Ubolratana kemudian menanggapi adiknya dengan menjelaskan bahwa dia sudah melepaskan gelar bangsawan, dan hidup sebagai rakyat biasa.

Di unggahan Instagram, Ubolratana menyatakan dia ingin menggunakan haknya sebagai warga negara dengan mengajukan diri sebagai calon PM.

"Saya berjanji bakal bekerja dengan seluruh tekad dan mengedepankan kejujuran untuk kemakmuran rakyat Thailand," terang Ubolratana.

Baca juga: Tantang Petahana, Putri Thailand Ikut Bursa Pemilihan Perdana Menteri

Meski begitu, The Guardian melaporkan dalam dokumen pendaftaran, tercatat kediamannya berlokasi di Aula Takhta Boromphiman dan Istana Agung.

Sejak monarki konstitusional diperkenalkan di Thailand pada 1932, belum pernah ada anggota kerajaan yang berniat menjadi pejabat publik.

Kerajaan merupakan salah satu lembaga yang paling dihormati di Thailand. Karena itu, setiap bangsawannya jarang menerima kritik.

Karena itu, muncul pertanyaan apakah ada kandidat yang berani menantang anggota kerajaan, dalam hal ini Putri Ubolratana.

Jika tidak tereliminasi, Ubolratana bakal menjadi lawan kuat petahana Perdana Menteri Prayuth Chan-o-Cha yang mengumumkan pencalonannya.

Adapun pemilu di Thailand bakal berlangsung pada 24 Maret. Pertama sejak militer menjungkalkan Yingluck Shinawatra yang notabene adalah adik Thaksin.

Baca juga: Jelang Pemilu Thailand, 15 Calon Ganti Nama Thaksin dan Yingluck

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.