Negara Bagian di India Bagikan Emas agar Warga Miskin Mau Memilih

Kompas.com - 08/02/2019, 17:47 WIB
Emas. ShutterstockEmas.
|

NEW DELHI, KOMPAS.com - Negara bagian Assam, India memberikan emas bernilai sekitar 530 dollar AS atau sekitar Rp 7,4 juta untuk keluarga miskin.

Emas ini diberikan agar warga miskin Assam bersedia datang memberikan suara dalam pemilihan umum Mei mendatang.

Negara bagian Assam dipimpin partai Hindu nasionalis Bharatiya Janata (BJP) pimpinan PM Narendra Modi.

Baca juga: Kelompok Bersenjata Serang Pasar di Assam, 12 Tewas


Namun, BJP harus berjuang mempertahankan kekuasaanya karena rendahnya penghasilan petani dan minimnya lapangan kerja membuat sebagian pendukung BJP pada 2014 berpaling.

Pekan lalu, pemerintah federal India mengumumkan akan memberikan bantuan langsung tunai kepada petani dan potongan pajak untuk rakyat menengah ke bawah.

Pada Kamis (7/2/2019), Bank Cadangan India (RBI) untuk pertama kali sejak 2017 memangkas suku bunga pinjamannya.

Hal ini sejalan dengan keinginan pemerintah sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomu.

Di sisi lain, Partai Kongres yang juga oposisi memberikan pinjaman kepada petani dan berjanji memberikan bantuan tunai untuk warga pengangguran di beberapa negara bagian yang dikuasainya.

Namun, membagikan emas, seperti dilakukan negara bagian Assam adalah hal yang sama sekali baru.

Menteri Keuangan Assam Himanta Biswa Sarma mengalokasikan anggaran 42 juta dollar AS atau sekitar Rp 587 miliar untuk tahun fiskal 2019 yang dimulai 1 April, untuk mendukung program ini.

Uang yang dianggarkan itu bisa digunakan untuk membeli 875 kilogram dan cukup untuk 80.000 mempelai perempuan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Gulf News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X