Hari Ini dalam Sejarah, Hukuman Mati Pertama Menggunakan Gas di AS

Kompas.com - 08/02/2019, 13:20 WIB
Kursi yang digunakan untuk eksekusi mati gas beracunthemobmuseum Kursi yang digunakan untuk eksekusi mati gas beracun

KOMPAS.com - Hari ini 95 tahun yang lalu, tepatnya pada 8 Februari 1924, eksekusi hukuman mati untuk kali pertama dilakukan di Amerika Serikat menggunakan gas mematikan.

Dilansir dari History.com, eksekusi itu dilakukan di Carson City, Nevada dan tercatat dalam sejarah sebagai eksekusi gas pertama di AS.

Seorang terpidana yang dieksekusi itu bernama Tong Lee. Dia adalah anggota geng China yang kedapatan membunuh anggota geng lainnya.

Langkah yang dilakukan dalam eksekusi mati itu adalah dengan memasukkan terpidana mati ke dalam sebuah ruangan kedap udara. Setelah itu, gas mematikan yang terdiri dari potasium sianida atau natrium sianida dijatuhkan ke dalam panci asam klorida.

Akibatnnya, akan menghasilkan gas hidrosianik, yang mampu menghancurkan kemampuan tubuh manusia dalam memproses hemoglobin dalam darah.

Seketika, tahanan itu jatuh pingsan dan dalam hitungan detik berlanjut kematian. Namun, apabila tahanan itu menahan nafas, dia akan kejang-kejang terlebih dahulu sebelum akhirnya menutup usia.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah, Penerbangan Pertama dari Eropa Menuju Afrika

Direncanakan

Pihak otoritas tertinggi AS telah menyetujui kebijakan untuk melakukan eksekusi mati dengan menggunakan gas beracun sebelumnya.

Pada 1921, Nevada merupakan negara bagian AS yang kali pertama merancang aturan itu. Hingga akhirnya dilakukan perdana tiga tahun kemudian.

Beberapa pihak menyatakan bahwa eksekusi mati dengan memasukkan tahan ke dalam ruangan kedap udara dan diberikan gas beracun lebih manusiawi daripada dengan menggunakan hukuman lainnya seperi gantung, tembak mati, atau setrum listrik.

Dilansir dari Britannica, pada 1955 11 negara bagian AS telah mengadopsi kamar gas sebagai metode eksekusi mereka.

Namun, kenyataan sesungguhnya menjelaskan pada awal abad ke-21 hanya tersedia di dua negara bagian yakni, California dan Missouri. Pada masa itu, tahanan yang dihukum diizinkan untuk memilih antara suntik mati atau gas mematikan.

Pada 1992, di Arizona, tahanan yang akan menerima hukuman mati juga diberikan pilihan untuk menerima suntikan atau dengan gas mematikan.

Kondisi yang sama juga dilakukan di Wyoming, gas digunakan apabila suntikan dianggap tak konstitusional menurut hukum ketika itu.

Pemberian opsi ini dinyatakan sebagai langkah yang lebih fleksibel daripada tahanan yang dipaksa dengan hukuman mati menggunakan gas beracun.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah, TV Menyiarkan Langsung Uji Coba Bom Atom

Ubah aturan

Sejak 1921 hingga 1972, ketika Mahkamah Agung AS memulai moratorium hukuman mati, gas telah digunakan untuk menghukum 600 orang.

Namun, setelah 1976 hingga 1999 (ketika moratorium berakhir) hanya sekitar 11 orang yang diseksekusi menggunakan gas beracun.

Tingginya biaya merenovasi kamar gas bekas, serta meningkatnya persepsi bahwa metode ini lebih kejam membuat beberapa orang berpikir untuk tak mengadopsinya lagi.

Asumsi lain bermunculan, yang diperkuat dengan Komite Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa menganggap kamar gas California itu menyiksa dan tidak manusiawi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Joko Driyono: Saya Menunggu Detik-detik Terakhir..

Joko Driyono: Saya Menunggu Detik-detik Terakhir..

Megapolitan
Kebakaran di Rumah Bertingkat Daerah Teluk Gong, Dua Orang Tewas

Kebakaran di Rumah Bertingkat Daerah Teluk Gong, Dua Orang Tewas

Megapolitan
Seputar Pemeriksaan Bawaslu terhadap Caleg yang Senam di Atas Sajadah

Seputar Pemeriksaan Bawaslu terhadap Caleg yang Senam di Atas Sajadah

Megapolitan
Aksi Sekelompok Pria Mesum di Karawang Bikin Banyak Siswi Trauma

Aksi Sekelompok Pria Mesum di Karawang Bikin Banyak Siswi Trauma

Regional
Dirjen Dukcapil Sebut Sudah Merekam E-KTP ke Semua Penghuni Lapas dan Rutan

Dirjen Dukcapil Sebut Sudah Merekam E-KTP ke Semua Penghuni Lapas dan Rutan

Nasional
Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono: Cukup Melelahkan, Cukup Panjang..

Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono: Cukup Melelahkan, Cukup Panjang..

Megapolitan
Mahfud MD: Hindari Golput karena Pesta Demokrasi Itu Menyenangkan...

Mahfud MD: Hindari Golput karena Pesta Demokrasi Itu Menyenangkan...

Regional
Duel Maut, Mojo Si Singa Jantan Mati Diserang Singa Betina

Duel Maut, Mojo Si Singa Jantan Mati Diserang Singa Betina

Internasional
5 Fakta Al Ghazali Jenguk Ahmad Dhani, 'Semoga Ayah Kuat' hingga Menyanyi di Depan Rutan

5 Fakta Al Ghazali Jenguk Ahmad Dhani, "Semoga Ayah Kuat" hingga Menyanyi di Depan Rutan

Regional
Ketika Harimau Jokowi Gugat Prabowo dan RSCM soal Fitnah Selang Cuci Darah..

Ketika Harimau Jokowi Gugat Prabowo dan RSCM soal Fitnah Selang Cuci Darah..

Megapolitan
Anjing Gila Serang Puluhan Warga, Kolaka Utara Tetapkan Siaga 1 Rabies

Anjing Gila Serang Puluhan Warga, Kolaka Utara Tetapkan Siaga 1 Rabies

Regional
Serangan Jokowi soal Lahan Prabowo Jadi Momen Kandidat Transparan Laporkan Hartanya

Serangan Jokowi soal Lahan Prabowo Jadi Momen Kandidat Transparan Laporkan Hartanya

Nasional
Polisi Ringkus Komplotan Perampok Minimarket 24 Jam

Polisi Ringkus Komplotan Perampok Minimarket 24 Jam

Megapolitan
Perempuan Semarang Targetkan 80 Persen Suara Untuk Jokowi-Ma'ruf

Perempuan Semarang Targetkan 80 Persen Suara Untuk Jokowi-Ma'ruf

Regional
Penyebab Kekurangan 1.020 Surat Suara untuk KPU Mimika Terungkap

Penyebab Kekurangan 1.020 Surat Suara untuk KPU Mimika Terungkap

Regional

Close Ads X