Kompas.com - 08/02/2019, 12:26 WIB

CARACAS, KOMPAS.com - Pemerintah Venezuela mengklaim mereka membongkar adanya konspirasi besar untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Menteri Komunikasi Jorge Rodriguez menduga Julio Borges, politisi oposisi sekaligus mantan Ketua Dewan Nasional, adalah dalang dua insiden yang menerpa Maduro.

Pertama adalah upaya kudeta yang gagal pada 2014. Kemudian insiden ledakan bom drone saat peringatan 81 tahun Garda Nasional Agustus 2018.

Baca juga: AS Tawarkan Cabut Sanksi bagi Militer yang Membelot dari Maduro

Diwartakan Newsweek Kamis (7/2/2019), informasi itu diperoleh dari pengakuan seorang mantan tentara berpangkat perwira menengah yang telah ditangkap.

Dalam konferensi pers, ditampilkan video interogasi terhadap Kolonel Oswaldo Garcia yang terlibat dalam upaya gagal menjungkalkan Maduro.

Rodriguez melanjutkan, Garcia juga mengaku terdapat rencana Amerika Serikat (AS) untuk menggelar operasi militer melawan Venezuela pada tahun ini.

Garcia ditangkap pada Rabu (6/2/2019) setelah berusaha memasuki Venezuela secara diam-diam pasca-melarikan diri pada tahun lalu.

"Sebelumnya Garcia pergi ke Washington, dan melangsungkan pertemuan di Brasil, Chile, serta Kolombia untuk melengserkan Maduro," tutur Rodriguez.

Saat ditangkap, otoritas Venezuela menduga Garcia berusaha menyelundupkan barang yang bisa menyeretnya dalam kasus persekongkolan baru.

Selain dengan Borges, Garcia juga bertemu pengusaha Venezuela Parsifal De Sola dan mantan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos.

Perantara Garcia adalah Fernando Alban, anggota oposisi berpengaruh yang tewas pada Oktober dalam kasus yang disebut bunuh diri.

Rodriguez mengemukakan, Caracas juga menangkap Letnan Kolonel Ovidio Carrasco yang merupakan Kepala Komunikasi Pasukan Pengawal Presiden.

Caracas diduga meneruskan informasi kepada AS. "Dia telah mengkhianati status militernya, dan direkrut Borges untuk membunuh Presiden Maduro," kecam Rodriguez.

Baca juga: Usir Intervensi AS, Maduro Sibuk Kumpulkan 10 Juta Tanda Tangan

Carrasco disebut telah mengaku bahwa Borges-lah yang merencanakan bom drone untuk menyerang Maduro saat peringatan militer.

Klaim Rodriguez itu terjadi setelah pemimpin oposisi Juan Guaido menantang Maduro dengan mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara.

Presiden AS Donald Trump merupakan salah satu pemimpin dunia yang mengakui Guaido, dan mendesak Maduro untuk meletakkan jabatannya.

Bahkan, Trump mengancam bahwa segala opsi ada di mejanya. Termasuk rumor pengerahan militer AS ke negara Amerika Latin tersebut.

Baca juga: Maduro Samakan Trump sebagai Ketua Geng Ku Klux Klan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Newsweek


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.