Pemimpin ISIS Selamat dari Upaya Kudeta oleh Anggotanya Sendiri

Kompas.com - 08/02/2019, 07:42 WIB
Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi di sebuah masjid di kota Mosul, Irak, 5 Juli 2014Reuters Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi di sebuah masjid di kota Mosul, Irak, 5 Juli 2014

DAMASKUS, KOMPAS.com - Pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dilaporkan selamat dari percobaan kudeta yang terjadi di markas persembunyiannya.

Seorang pejabat intelijen anonim berkata, upaya kudeta itu diyakini terjadi pada 10 Januari di desa dekat Hajin, lembah Sungai Eufrat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari intelijen lokal, terdapat usaha kudeta dari anggota asing terhadap Abu Bakar al-Baghdadi.

Baca juga: Trump Yakin Wilayah ISIS 100 Persen Akan Musnah pada Pekan Depan


Diwartakan The Guardian Kamis (7/2/2019), peristiwa itu berujung konflik antara pelaku kudeta dengan pengawal Baghdadi, dan membuatnya menyingkir ke gurun.

ISIS kemudian menawarkan hadiah uang kepada anggota yang diidentifikasi bernama Abu Muath al-Jazairi, dan diketahui merupakan pejuang veteran.

Dia merupakan satu dari 500 anggota ISIS yang masih bertahan di kantong pertahanan terakhir mereka di kawasan Eufrat tersebut.

Sumber intelijen itu berujar, ISIS memang tidak langsung menunjuk al-Jazairi sebagai dalang kudeta terhadap Baghdadi.

"Namun menawarkan hadiah uang terhadap kepala anggota seniornya adalah langkah tak biasa. Kami percaya dia merupakan pelaku kunci," ujar sumber itu.

Sumber tersebut melanjutkan, Jazairi merupakan salah satu anggota yang paling dipercaya dengan dua orang dilaporkan tewas akibat kudeta tersebut.

Pejabat Irak, Inggris, maupun Amerika Serikat (AS) meyakini Baghdadi saat ini tengah menghabiskan waktu dalam apa yang disebutnya "kekhalifahan" itu.

Sejak pasukan Kurdi yang didukung AS serta milisi sokongan Iran menggempur dari perbatasan Suriah dan Irak, keberadaan Baghdadi menjadi fokus utama.

Kondisinya dilaporkan tidak begitu baik dengan menderita diabetes, tekanan, darah tinggi, hingga luka akibat serangan udara empat tahun lalu.

Dia bersembunyi dari kejaran pasukan empat negara dan puluhan ribu milisi sejak penampilan terakhir di Masjid al-Nuri, Mosul, pertengahan 2014.

Dengan semakin terdesaknya ISIS, terdapat rumor mengenai ancaman serius yang diterima Baghdadi baik menyangkut kepemimpinan maupun nyawanya.

Mereka yang masih setia dengan Baghdadi adalah anggota veteran yang loyalitasnya teruji dengan berbagai kekalahan di medan tempur.

Meski begitu, ada juga anggota garis keras yang memilih melarikan diri sepanjang tiga pekan terakhir, dan menyerah kepada pasukan Kurdi dekat Deir Ezzor.

Kurdi serta intelijen Irak memprediksi ISIS masih mempunyai anggota maupun persenjataan selama satu bulan jika mereka memutuskan terus melawan.

Mereka mempunyai opsi melarikan diri ke gurun. Namun pasukan Suriah yang dibantu Rusia melakukan patroli di kawasan selatan, membuat pilihan itu menjadi sia-sia.

Baca juga: Putra Bungsu Pemimpin ISIS Dikabarkan Tewas di Suriah



Terkini Lainnya


Close Ads X