Kompas.com - 07/02/2019, 23:42 WIB
Warga melintas di dekat sebuah poster kandidat presiden di Kiev. Ukraina dijadwalkan menggelar agenda pemilihan presiden pada 31 Maret 2019. AFP / GENYA SAVILOVWarga melintas di dekat sebuah poster kandidat presiden di Kiev. Ukraina dijadwalkan menggelar agenda pemilihan presiden pada 31 Maret 2019.

KIEV, KOMPAS.com - Anggota parlemen Ukraina telah sepakat untuk melarang warga negara Rusia menjadi pemantau dalam pemilihan presiden yang akan diselenggarakan akhir Maret mendatang.

Keputusan larangan tersebut diambil setelah melalui voting dalam rapat parlemen yang digelar Kamis (7/2/2019).

Ketegangan antara Kiev dengan Moskwa kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir, sejak Rusia menahan kru dan kapal angkatan laut Ukraina di Crimea.

Ukraina juga mencurigai Rusia berencana untuk ikut campur dalam agenda pemilihan presiden mendatang.

Dalam pemungutan suara yang dilakukan Kamis (7/2/2019), parlemen Ukraina turut menyepakati alokasi anggaran sekitar 350 juta dollar AS (sekitar Rp 4,8 triliun) untuk badan intelijen dalam menghadapi ancaman yang mungkin ada.

Baca juga: Komedian Maju Pemilu Presiden Ukraina, Popularitasnya Kalahkan Petahana

Parlemen Ukraina telah sepakat melarang warga negara Rusia untuk ambil bagian dalam misi pemantauan pemilu internasional.

Tak hanya dalam pemilu presiden, larangan rencananya juga akan turut diberlakukan saat pemilihan parlemen dan pemilu lokal. Larangan itu mendapat kecaman oleh Moskwa dan juga sekutu Barat Ukraina.

Kurt Volker, perwakilan khusus AS untuk Ukraina, mengatakan bahwa Rusia seharusnya tetap dapat ambil bagian dalam pemantauan, selama mereka ada di bawah pengawasan organisasi internasional.

"Jika mereka (Rusia) tidak ambil bagian, hal ini akan memungkinkan orang untuk mempertanayakan hasil pemilihan," tulis Volker dalam akun Twitter miliknya.

"Tidak ada permainan. Ukraina perlu mempercayai lembaga demokrasinya sendiri," tambahnya, seperti dilansir AFP.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X