Kompas.com - 07/02/2019, 12:29 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - Kabar duka menyelimuti Kebun Binatang Singapura, ketika jerapah berusia 14 tahun mati saat melahirkan bayinya.

Diwartakan Straits Times, jerapah bernama Lucy itu merupakan penghuni kesayangan di kebun binatang. Dia mati ketika melahirkan pada Selasa (5/2/2019) malam.

Pengelola kebun binatang, Wildlife Reserves Singapore (WRS), menyatakan Lucy telah menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan pada akhir pekan lalu.

Baca juga: Pemerintah Kenya: Jerapah Terancam Punah

Namun, segala sesuatunya tidak berjalan lancar sehingga tim harus membiusnya untuk mengeluarkan bayinya pada keesokan hari.

Prosedur semacam itu disebut oleh WRS sebagai langkah yang kompleks dan penuh dengan risiko.

Lucy tidak dapat diselamatkan dan mati pada pukul 19:00 waktu setempat.

"Dengan sangat sedih kami membawa kabar buruk, kami telah kehilangan Lucy, jerapah tercinta kami," demikian pernyataan WRS.

"Beristirahatlah dengan tenang, Lucy. Kamu akan selalu berada di hati kami," imbuhnya.

WRS mengatakan Lucy telah melahirkan lebih dari 48 jam tetapi tidak bisa melahirkan anak sapi.

Lucy diketahui mengalami serangan jantung selama prosedur berbahaya tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.