Kompas.com - 07/02/2019, 11:59 WIB

TALOQAN, KOMPAS.com - Dua wartawan di Afghanistan tewas setelah sekelompok pria bersenjata menyerbu dan melepaskan tembakan ke sebuah stasiun radio.

Kedua korban tewas, yang berusia 20-an tahun, ditembak di dalam studio Radio Hamsada, media penyiaran swasta yang berbasis di Taloqan, ibu kota Provinsi Takhar, Afghanistan, pada Selasa (5/2/2019).

"Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, sementara penyelidikan masih dilakukan," kata juru bicara pemerintah provinsi, Jawad Hejri, kepada AFP, Rabu (6/2/2019).

"Dua orang pria tak dikenal yang membawa senjata api tiba-tiba masuk ke kantor stasiun radio sekitar pukul 18.00 sore pada Selasa (5/2/2019) lalu."

Baca juga: Taliban: Kami Tidak Ingin Menguasai Afghanistan dengan Militer

"Mereka melepaskan tembakan dan mengenai dua reporter di belakang mikrofon saat sedang siaran langsung. Kedua korban tewas di lokasi kejadian," tambahnya menjelaskan.

Serangan tersebut menjadi kali kedua pada tahun ini yang menargetkan jurnalis di Afghanistan. Insiden penyerangan itu terjadi di tengah upaya diplomatik yang telah ditingkatkan untuk mengakhiri perang selama 17 tahun.

Sebelumnya pada Januari lalu seorang jurnalis warga Afghanistan bernama Jawid Noori, dibawa paksa dari mobilnya kemudian dibunuh saat berada di Provinsi Farah. Taliban telah mengklaim melakukan serangan tersebut.

Menurut laporan dari Reporters Without Borders (RSF) atau Jurnalis Lintas Batas, tahun 2018 lalu menjadi tahun paling mematikan bagi jurnalis di Afghanistan.

Sementara Amnesti Internasional menggambarkan aksi penyerangan terbaru di stasiun radio tersebut sebagai tindak kejahatan yang mengerikan.

Mereka mendesak agar pemerintah Afghanistan mengambil tindakan guna memastikan perlindungan terhadap para jurnalis sehingga mereka dapat bekerja tanpa diliputi rasa ketakutan.

"Serangan kali ini sekali lagi menyoroti risiko yang terus dihadapi para wartawan di Afghanistan hanya karena melakukan pekerjaan mereka," kata peneliti Amnesti Internasional Asia Selatan, Zaman Sultani, dalam pernyataannya.

Komite Keamanan Jurnalis Afghanistan juga telah mendesak kepada pemerintah untuk segera mengidentifikasi para pelaku dan memastikan mereka mendapat hukuman yang sesuai.

Menurut RSF, setidaknya telah ada 60 jurnalis dan pekerja media yang terbunuh di Afghanistan sejak invasi pimpinan AS pada 2001 yang menggulingkan rezim Taliban.

Baca juga: Serangan Taliban Bunuh 100 Orang di Bangunan Militer Afghanistan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.