Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/02/2019, 09:17 WIB
Agni Vidya Perdana

Penulis

Sumber Fox News,AFP

WASHINGTON, KOMPAS.com - Selain para pejabat dan anggota Kongres AS, agenda pidato kenegaraan atau State of the Union (SOTU) yang disampaikan presiden, juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan khusus.

Tidak terkecuali saat pidato kenegaraan oleh Presiden Donald Trump pada Selasa (5/2/2019) lalu di Capitol Hill, Washington DC.

Salah satu yang mendapat kehormatan untuk hadir mendengarkan secara langsung pidato yang disampaikan presiden adalah seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun, Joshua Trump.

Meski memiliki nama belakang sama dengan Sang Presiden, keduanya tidak mempunyai hubungan kekerabatan.

Baca juga: Presiden Trump Bakal Undang Bocah Bernama Trump ke Pidato Kenegaraan

Joshua adalah murid kelas enam dari Wilmington, Delaware. Dia diundang langsung oleh Ibu Negara, Melania, yang menyerukan kampanye anti-bullying, sebagai salah satu tamu di acara SOTU.

Si bocah Trump menjadi terkenal setelah dia diberitakan sejumlah media mendapat perlakuan buruk dari teman-teman sekolahnya karena bernama sama dengan presiden.

Namun apa yang dilakukan bocah Trump saat pidato kenegaraan dibacakan?

Duduk di sebelah anak lain, yakni gadis penyintas kanker bernama Grace Eline, si bocah Trump yang mengenakan kemeja putih formal lengkap dengan dasi hitam itu justru tertangkap kamera tengah tertidur pulas.

Rekaman video maupun foto yang menampilkan momen saat dirinya tertidur dalam pembacaan pidato kenegaraan pun menjadi viral di media sosial.

Banyak warganet yang menganggap bocah penyuka seni, sains, dan sejarah itu sangat lugu dan juga lucu. Ada juga yang menyebutnya telah mewakili reaksi warga AS atas pidato kenegaraan yang dibacakan presiden.

"Ini benar-benar imut. Joshua Trump tertidur saat SOTU 2019," tulis seorang pengguna internet.

"Joshua Trump sangat mewakili Amerika," tulis pengguna Twitter lainnya, seperti dikutip Fox News.

Selain Joshua Trump, dilaporkan Gedung Putih juga mengundang keluarga dari pasangan suami istri bernama Gerald dan Sharon David.

Pasangan lanjut usia itu dilaporkan dibunuh oleh migran ilegal.

Kemudian seorang mantan pengedar narkoba bernama Matthew Charles. Dia adalah orang pertama yang bebas melalui reformasi undang-undang pidana yang disahkan pada Desember 2018 lalu.

Baca juga: Pidato Kenegaraan Presiden AS: Trump Kukuh Bangun Tembok Perbatasan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Fox News,AFP
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com