Saat Tahun Baru Imlek, China dan Taiwan "Perang" Propaganda Militer

Kompas.com - 06/02/2019, 20:31 WIB
Pasukan militer Taiwan saat melakukan latihan perang di Taoyuan, Taiwan utara, pada 9 Oktober 2018. AFP / SAM YEHPasukan militer Taiwan saat melakukan latihan perang di Taoyuan, Taiwan utara, pada 9 Oktober 2018.

BEIJING, KOMPAS.com - Musim liburan Tahun Baru Imlek digunakan oleh militer China dan Taiwan untuk saling memberikan propaganda.

Awalnya, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) merilis video pada Minggu (3/2/2019) yang memperlihatkan pemandangan terkenal di seluruh Taiwan.

Baca juga: Taiwan Pamerkan Drone Pengintai Jarak Jauh Terbarunya

Diwartakan CNN Rabu (6/2/2019), pemandangan tersebut digabungkan dengan tayangan jet tempur dan pesawat pembom China ketika melesat di angkasa.

Video propaganda itu berjudul "Elang Pejuangku Terbang di Sekitar Taiwan" dengan lirik latar yang meminta mereka untuk "kembali".

Militer Taiwan kemudian merespon dengan mengunggah video dramatis di Facebook berisi prajurit, persenjataan, hingga ledakan.

Dalam video tersebut, militer Taiwan menambahkan keterangan bahwa mereka bakal selalu siap 24 jam sehari dalam satu pekan.

"Banyak tentara pria dan perempuan bakal melewatkan acara Tahun Baru dengan makan malam bersama keluarga. Namun mereka tidak akan absen melindungi negara ini," tegas Taiwan.

Tensi antara China dan Taiwan meninggi sejak Presiden Tsai Ing-wen menjabat pada 2016. Tsai menolak mengakui kebijakan "Satu China".

Beijing memberikan tekanan baik ekonomi maupun militer kepada Taiwan yang masih dianggap sebagai wilayahnya meski sudah 70 tahun terpisah.

Pada Januari lalu, Presiden China Xi Jinping memperingatkan Taiwan untuk reunifikasi secara damai, dan menentang adanya kemerdekaan.

Sejak awal tahun, artikel di harian China berulang kali mengulas kebijakan PLA yang melakukan perekrutan dan mengembangkan teknologi militernya.

Analis militer Carl Schuster menyatakan, propaganda yang dirilis PLA tidak saja ditujukan bagi Taiwan, namun juga komunitas internasional.

"Video itu berusaha menunjukkan Taiwan tidak bisa menandingi China. Bahkan Amerika Serikat (AS) tidak akan datang membantu," ujar mantan Kapten Angkatan Laut AS itu.

Baca juga: Jet Tempur China Melintas Dekat Taiwan, Taipei: Tetap Tenang

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X