Kompas.com - 06/02/2019, 20:31 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Musim liburan Tahun Baru Imlek digunakan oleh militer China dan Taiwan untuk saling memberikan propaganda.

Awalnya, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) merilis video pada Minggu (3/2/2019) yang memperlihatkan pemandangan terkenal di seluruh Taiwan.

Baca juga: Taiwan Pamerkan Drone Pengintai Jarak Jauh Terbarunya

Diwartakan CNN Rabu (6/2/2019), pemandangan tersebut digabungkan dengan tayangan jet tempur dan pesawat pembom China ketika melesat di angkasa.

Video propaganda itu berjudul "Elang Pejuangku Terbang di Sekitar Taiwan" dengan lirik latar yang meminta mereka untuk "kembali".

Militer Taiwan kemudian merespon dengan mengunggah video dramatis di Facebook berisi prajurit, persenjataan, hingga ledakan.

Dalam video tersebut, militer Taiwan menambahkan keterangan bahwa mereka bakal selalu siap 24 jam sehari dalam satu pekan.

"Banyak tentara pria dan perempuan bakal melewatkan acara Tahun Baru dengan makan malam bersama keluarga. Namun mereka tidak akan absen melindungi negara ini," tegas Taiwan.

Tensi antara China dan Taiwan meninggi sejak Presiden Tsai Ing-wen menjabat pada 2016. Tsai menolak mengakui kebijakan "Satu China".

Beijing memberikan tekanan baik ekonomi maupun militer kepada Taiwan yang masih dianggap sebagai wilayahnya meski sudah 70 tahun terpisah.

Pada Januari lalu, Presiden China Xi Jinping memperingatkan Taiwan untuk reunifikasi secara damai, dan menentang adanya kemerdekaan.

Sejak awal tahun, artikel di harian China berulang kali mengulas kebijakan PLA yang melakukan perekrutan dan mengembangkan teknologi militernya.

Analis militer Carl Schuster menyatakan, propaganda yang dirilis PLA tidak saja ditujukan bagi Taiwan, namun juga komunitas internasional.

"Video itu berusaha menunjukkan Taiwan tidak bisa menandingi China. Bahkan Amerika Serikat (AS) tidak akan datang membantu," ujar mantan Kapten Angkatan Laut AS itu.

Baca juga: Jet Tempur China Melintas Dekat Taiwan, Taipei: Tetap Tenang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.