Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/02/2019, 10:04 WIB


LONDON, KOMPAS.com
- Seorang pria asal Inggris yang disandera Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) selama 7 tahun dinyatakan masih hidup.

Demikian pernyataan Menteri Keamanan Inggris Ben Wallace, seperti diwartakan Huffington Post, Selasa (5/2/2019).

John Cantlie, seorang fotografer dari Inggris, diyakini masih hidup usai ditangkap ISIS di Suriah pada 2012.

Baca juga: Makin Terdesak, ISIS di Suriah Gunakan Warga Sipil sebagai Perisai

Meski demikian, Wallace menegaskan pemerintah Inggris tidak akan bernegosiasi dengan teroris. Dia juga tidak menyebutkan soal kemungkinan adanya rencana operasi penyelamatan terhadap Cantlie.

"Walau ini tidak bisa dibuktikan saat ini, kami terus berharap dan berdoa bahwa ini sungguh benar," tulis kelompok kampanye Free John Cantlie.

Meski beberapa kali muncul dalam video propaganda yang dirilis kelompok tersebut, namun dia tidak pernah terlihat lagi sejak video yang dirilis pada 2016.

Ada kekhawatiran kemungkinan dia terbunuh dalam pemboman besar-besar terhadap benteng ISIS dan sejumlah pertempuran yang terus berkobar di sepanjang Sungai Efrat.

The Independent melaporkan, Cantlie merupakan fotografer perang lepas dan koresponden untuk beberapa surat kabar Inggris. Dia diculik bersama dengan wartawan asal Amerika Serikat James Foley pada November 2012.

Sebelum diculik ketika menyeberang ke Suriah, dia bersama fotografer Belanda Jeroen Oerlemans yang dapat diselamatkan oleh Tentara Pembebasan Suriah.

Foley dipenggal kepalanya pada Agustus 2014 bersama sandera asal Inggris dan AS lainnya.

Baca juga: Bergabung dengan ISIS sejak Usia 15 Tahun, Kini Leonora Ingin Pulang

Pada tahun yang sama, Cantlie dipaksa tampil dalam video propaganda yang mengkritik kebijakan luar negeri barat dan aksi militer. Selanjutnya, dia muncul beberapa kali dari berbagai benteng ISIS.

Cantlie merupakan salah satu dari tiga jurnalis asing yang keberadaannya tidak diketahui di Suriah, termasuk Austin Tice dari AS dan Shiraz Mohamed dari Afrika Selatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.