55 Juta Warga India Mandi di Sungai Suci pada Hari Paling Menguntungkan

Kompas.com - 06/02/2019, 07:38 WIB
Umat Hindu India berendam di perairan suci di Sangam, yang merupakan pertemuan Sungai Gangga, Yamuna dan sungai Saraswati, Senin (4/2/2019), pada berlangsungnya Festival Kumbh Mela. (AFP/UTTAR PRADESH PR DEPT) Umat Hindu India berendam di perairan suci di Sangam, yang merupakan pertemuan Sungai Gangga, Yamuna dan sungai Saraswati, Senin (4/2/2019), pada berlangsungnya Festival Kumbh Mela. (AFP/UTTAR PRADESH PR DEPT)

ALLAHABAD, KOMPAS.com - Sekitar 55 juta umat Hindu di India mecelupkan diri di sungai-sungai suci dalam perayaan keagamaan terbesar di dunia.

Mereka memadati tiga sungai di Allahabad, India utara, untuk membersihkan dosa dan mencari keselamatan.

Laporan resmi dari pemerintah pada Selasa (5/2/2019) menyebutkan, angka tersebut tercatat selama Minggu (3/2/2019) hingga Senin (4/2/2019).

Baca juga: Kereta Api Ekspres Tergelincir di India, Enam Orang Tewas

Mauni Amavasya atau hari bulan baru yang jatuh pada Senin lalu merupakan hari paling menguntungkan dari festival Kumbh Mela, yang berlangsung selama 48 hari.

Kantor berita AFP menyebutkan, jumlah tersebut lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.

Kini, lebih dari 120 juta orang telah mengunjungi situs ziarah Kumbh sejak dimulai pada pertengahan Januari lalu.

Jumlah tersebut akan terus bertambah hingga festival berakhir pada 4 Maret 2019.

"Kami tidak menghitung angka secara acak terkait jumlah pengunjung ke Kumbh," kata Rajeev Rai, pejabar senior India.

"Perhitungan kami berdasarkan pengamatan dengan kamera drone dan helikopter," imbuhnya.

Umat Hindu meyakini, madi di titik pertemuan antara Sungai Gangga, Sungai Yamuna, dan Sungai Saraswati akan membawa keselamatan bagi mereka.

Menurut mitologi Hindu, para dewa dan iblis bertempur memperebutkan pelembar suci atau Kumbh, yang mengandung nektar keabadian.

Baca juga: Seorang Penumpang Selundupkan Bayi Macan Tutul dari Thailand ke India

Hanya ada beberapa tetes saja dari Kumbh yang jatuh ke bumi di empat lokasi berbeda, salah satunya Allahabad.

Kota bersejarah ini digantinya namanya menjadi Prayagraj oleh pemerintah. Namun, masyarakat tetap menyebut kota tersebut dengan Allahabad.

Masih ada satu hari lagi bagi puncak mandi besar ini, yakni 10 Februari 2019.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X