Banjir Sekali dalam Seabad di Australia, Dua Jenazah Ditemukan

Kompas.com - 05/02/2019, 20:33 WIB
Foto yang diambil dari udara menunjukkan kondisi permukiman warga di Kota Townsville, Queensland, yang masih tergenang, Senin (4/2/2019).AFP / HANDOUT / QUEENSLAND FIRE AND EMERGENCY SERVICES Foto yang diambil dari udara menunjukkan kondisi permukiman warga di Kota Townsville, Queensland, yang masih tergenang, Senin (4/2/2019).

TOWNSVILLE, KOMPAS.com - Musibah banjir di Australia timur laut menelan korban jiwa. Dua jenazah pria ditemukan dalam genangan air di kota Townsville, Queensland, Selasa (5/2/2019).

Kedua korban, yang diketahui berusia 20-an tahun dilaporkan terakhir kali terlihat saat puncak banjir bandang yang terjadi pada Senin (4/2/2019) pagi.

Banjir yang disebut terjadi sekali dalam seabad itu paling parah melanda wilayah Townsville dengan lebih dari 650 orang dievakuasi dari tempat tinggal mereka dan sekitar 11.000 rumah warga tanpa aliran listrik.

Polisi juga mendapat panggilan telepon permintaan bantuan hingga 9.000 lebih.

Baca juga: Banjir Sekali dalam Seabad Ubah Jalanan di Australia bak Sungai

Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah mengunjungi kawasan terdampak banjir. Dia pun memperingatkan situasi sulit masih akan terjadi di waktu yang akan datang.

"Situasi akan menjadi sulit untuk sementara waktu," kata Morrison, yang turut mengungkapkan simpati kepada warga yang terdampak bencana.

"Tugas sebenarnya adalah memastikan bahwa warga dapat melewati situasi sulit dan membangun kembali kehidupan mereka," tambahnya.

Sementara itu harapan bahwa cuaca buruk akan segera berlalu datang setelah hujan yang terus turun sehingga diharapkan munsun akan segera usai.

"Kami berharap munsun aktif ini dapat tetap aktif selama beberapa hari ke depan, sehingga diharapkan cuaca buruk akan mereda setelah akhir pekan."

"Sehingga akhir dari bencana ini dapat segera terlihat," kata Richard Wardle dari Badan Meteorologi Queensland, seperti dilansir AFP.

"Tapi kami memperkirakan periode selanjutnya dari curah hujan tinggi, beberapa akan sangat deras, dalam beberapa hari ke depan. Dengan demikian akan ada risiko terjadinya banjir bandang," lanjutnya.

Bagian Australia utara yang tropis kerap mengalami hujan lebat selama musim penghujan, namun curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini setara dengan hujan selama satu tahun yang turun dalam jangka waktu seminggu.

Pihak berwenang juga dipaksa membuka pintu air bendungan utama pada Minggu (3/2/2019) malam, melepaskan debit air yang cukup banyak dan mengalir dalam kecepatan tinggi.

Baca juga: Banjir Sekali dalam Seabad di Australia, Buaya Keluar ke Jalanan

Aliran air juga turut membawa buaya air asin ke jalan-jalan di permukiman warga.

Warga yang hendak kembali ke kediaman mereka setelah banjir surut juga diminta waspada akan risiko bertemu dengan reptil predator itu.

"Jangan berenang di air banjir. Dan saat bersih-bersih, jangan lupa memakai sepatu tertutup dan pastikan tidak ada luka terbuka," pesan Menteri Utama Queensland, Annastacia Palaszczuk.



Close Ads X