Hari Ini dalam Sejarah, Penemuan Plastik Sintetis Pertama di Dunia

Kompas.com - 05/02/2019, 17:59 WIB
Ilustrasi kantong plastik daizuoxinIlustrasi kantong plastik

 

KOMPAS.com - Saat ini manusia dapat dibilang sangat ketergantungan akan plastik. Berbagai kebutuhan manusia banyak yang dibuat dari bahan plastik, mulai dari alat olahraga hingga tempat makan terbuat dari bahan ini.

Bukan hanya memberikan dampak positif saja, plastik juga bisa memberikan dampak negatif akibat sifatnya yang sulit terurai. Banjir misalnya, kerap terjadi akibat sampah sisa sampah plastik yang terbuang dan menyumbat di sungai.

Lalu bagaimana kisahnya hingga manusia menggunakan banyak plastik dalam kehidupan?

Plastik awalnya ditemukan pada Bangsa Olmec di Meksiko sekitar 150 tahun sebelum Masehi. Saat itu mereka bermain menggunakan bola yang terbuat dari polimer lain, yaitu karet. Dalam perkembangannya, mulai ditemukan bahan lain yang dinyatakan lebih baik lagi, yaitu plastik sintetis.

Hari ini 112 tahun yang lalu, tepatnya pada 5 Februari 1907, plastik sintetis pertama ditemukan. Ketika itu, material ini dikenal dengan nama "bakelite".

Dilansir dari Thoughtco, bakelite ditemukan oleh seorang ilmuwan kenaman Belgia bernama Leo Hendrik Baekeland. Lewat kejeniusannya, ia berhasil membuat plastik sintesis yang berbahan bakar fosil.

Temuan ini berbeda dengan yang biasanya terbuat dari tumbuhan dan hewan. Dalam perkembanganya, bakelite banyak digunakan untuk membantu kebutuan manusia ketia itu.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah, Penemuan Sedotan Modern...

Ilmuwan sukses

Leo Hendrik BaekelandBritannica Leo Hendrik Baekeland
Leo Hendrik Baekeland, lahir di Ghent, Belgia pada 1863. Setelah menyelesaikan gelar doktor di Universitas Ghent, Baekeland mengajar selama beberapa tahun.

Pada 1889, dia melakukan perjalanan ke New York dalam untuk melanjutkan studi kimianya.

Penemuan besar pertamanya adalah "velox", sebuah kertas cetak foto yang dapat dikembangkan di bawah cahaya. Kemudian, Baekeland menjual hak paten untuk velox ke George Eastman dan Kodak dengan harga 1 juta dollar AS pada 1899.

Dalam perkembanganya, dia membuat laboratorium sendiri di Yonkers, New York. Tujuan utamanya adalah menemukan barang yang mampu menggantikan lak (getah hasil sekresi serangga).

Lak ini mampu digunakan sebagai serat alami yang mampu digunakan untuk pelapis, perekat, kain tenun, dan sejenisnya. Hingga akhirnya, Baekeland berhasil mengembangkan bakelite sebagai resolusi sintesis ketika itu.

Awalnya bakelite dikembangkan dengan menggabungkan fenol, desinfektan umum, dengan formaldehida, Bakelite dirancang sebagai pengganti sintetis untuk shellac yang digunakan dalam isolasi elektronik.

Pada tahun 1909, bakelite diperkenalkan kepada masyarakat umum di sebuah konferensi kimia. Beberapa orang mulai terlihat antusias ketika melihat produk plastik sintetis ini.

Ketika itu, bakelite dikenal sebagai barang yang memiliki nilai yang cukup mahal. Namun, karena banyaknya permintaan, bakelite digunakan untuk membuat segala sesuatu mulai dari gagang telepon dan perhiasan kostum, hingga pangkalan dan soket lampu untuk bagian-bagian mesin mobil dan komponen mesin cuci.

Baca juga: Komunitas di Haiti Olah Sampah Plastik Jadi Produk Fesyen

Mendirikan perusahaan

Selang beberapa tahun, Baekeland mulai mendirikan Bakelite Corp yang menghadirkan bahan plastik sintesis pertama. Bahkan, Baekeland memperoleh sekitar 400 paten yang berkaitan dengan ciptaannya.

Pada 1930, perusahaannya menempati pabrik seluas 128 hektar di New Jersey dan semakin bisa memenuhi kebutuhan pasar akan plastik sintesis.

Sayangnya, bakelite bukanlah isolator yang baik seperti seluloid. Karenanya, berbagai penelitian lanjutan terus dikembangkan untuk mencari plastik baru.

Selanjutnya, Baekland menggunakan fenol, asam yang berasal dari batubara. Hasilnya, bisa menghadirkan polystyrene hingga nilon.

Pada 1944, Baekeland, pria yang mengantarkan usia plastik, meninggal pada usia 80 tahun di Beacon, New York.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X