Jelang Pemilu Thailand, 15 Calon Ganti Nama "Thaksin" dan "Yingluck"

Kompas.com - 05/02/2019, 16:38 WIB
Noppajun Woratitwuttikul, calon peserta pemilu Thailand dari Partai Palang Prachatipatai datang ke lokasi pendaftaran di Bangkok sambil mengenakan kostum koboi bertopeng, Senin (4/2/2019).AFP / ROMEO GACAD Noppajun Woratitwuttikul, calon peserta pemilu Thailand dari Partai Palang Prachatipatai datang ke lokasi pendaftaran di Bangkok sambil mengenakan kostum koboi bertopeng, Senin (4/2/2019).

BANGKOK, KOMPAS.com - Pemilihan umum ( pemilu) Thailand yang bakal digelar pada 24 Maret mendatang tidak saja menjadi ajang untuk berkampanye.

Lima belas kandidat wakil rakyat dilaporkan ada yang memutuskan mengganti nama mereka untuk mengenang mantan perdana menteri.

Diwartakan The Guardian Selasa (5/2/2019), 10 orang mengganti nama mereka menjadi Thaksin, sesuai nama mantan PM Thailand Shinawatra.

Baca juga: Pendaftaran Peserta Pemilu Thailand Dibuka, Ratusan Politisi Daftarkan Diri

Juru bicara Partai Pheu Thai Ketpreeya Kaewsanmuang berujar, lima orang sisanya yang adalah perempuan memutuskan bernama Yingluck.

Nama itu mengikuti Yingluck Shinawatra yang merupakan adik Thaksin, dan pernah menjabat sebagai PM Thailand pada 2011 sampai 2014.

Ketpreeya menjelaskan, perubahan nama itu tidak melanggar konstitusi dan menjadi hak calon anggota parlemen yang bersangkutan.

"Dalam opini saya, mungkin mereka bermaksud mengganti nama supaya diingat oleh para konstituen mereka," tutur Ketpreeya.

Salah satu "Thaksin" yang dulunya bernama Jiraroj Kiratisakvorakul kepada Bangkok Post berujar, dia sengaja mengganti nama supaya gampang diingat.

Sebabnya, aturan baru terkait pemilu mempersulit kampanye dalam masa pembukaan yang sejauh ini diikuti 58 partai sejak hari pertama Senin (4/2/2019).

Thaksin memegang pemerintahkan Thailand sejak 2001 sebelum digulingkan militer pada 2006. Sementara adiknya meninggalkan Thailand menyusul perintah penahanan atas dirinya.

Profesor Institut Studi Keamanan dan Internasional Thitinan Pongsudhirak mengatakan strategi ganti nama bisa menjadi bumerang bagi kandidat itu.

"Kandidat tanpa basis kuat maupun pengakuan sosial yang memadai berharap nama seperti Thaksin atau Yingluck bisa memberi mereka kesuksesan instan," kata Pongsudhirak.

Namun, strategi itu bisa menghancurkan mereka berkaitan dengan aturan kampanye yang ketat. Misalnya adalah jika mereka menggunakan nama itu di depan publik.

"Mereka bisa dianggap orang luar yang tak mempunyai kontrol atas partai, dan bisa berujung kepada dakwaan yang mampu membubarkan partai," ujar dia.

Baca juga: Semangat Menyongsong Pemilu, Akhir dari Pemerintahan Militer Thailand


Terkini Lainnya

Pelaku Pembunuh Ibu Hamil dengan Luka di Perut adalah Suaminya Sendiri

Pelaku Pembunuh Ibu Hamil dengan Luka di Perut adalah Suaminya Sendiri

Regional
Dedi Mulyadi: Elektabilitas 11,3 Persen Menunjukan Golkar Keluar dari Zona Menyedihkan

Dedi Mulyadi: Elektabilitas 11,3 Persen Menunjukan Golkar Keluar dari Zona Menyedihkan

Regional
Pemerintahan Trump Akan Sisakan 200 Tentara AS di Suriah

Pemerintahan Trump Akan Sisakan 200 Tentara AS di Suriah

Internasional
Joko Driyono: Saya Menunggu Detik-detik Terakhir..

Joko Driyono: Saya Menunggu Detik-detik Terakhir..

Megapolitan
Kebakaran di Rumah Bertingkat Daerah Teluk Gong, Dua Orang Tewas

Kebakaran di Rumah Bertingkat Daerah Teluk Gong, Dua Orang Tewas

Megapolitan
Seputar Pemeriksaan Bawaslu terhadap Caleg yang Senam di Atas Sajadah

Seputar Pemeriksaan Bawaslu terhadap Caleg yang Senam di Atas Sajadah

Megapolitan
Aksi Sekelompok Pria Mesum di Karawang Bikin Banyak Siswi Trauma

Aksi Sekelompok Pria Mesum di Karawang Bikin Banyak Siswi Trauma

Regional
Dirjen Dukcapil Sebut Sudah Merekam E-KTP ke Semua Penghuni Lapas dan Rutan

Dirjen Dukcapil Sebut Sudah Merekam E-KTP ke Semua Penghuni Lapas dan Rutan

Nasional
Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono: Cukup Melelahkan, Cukup Panjang..

Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono: Cukup Melelahkan, Cukup Panjang..

Megapolitan
Mahfud MD: Hindari Golput karena Pesta Demokrasi Itu Menyenangkan...

Mahfud MD: Hindari Golput karena Pesta Demokrasi Itu Menyenangkan...

Regional
Duel Maut, Mojo Si Singa Jantan Mati Diserang Singa Betina

Duel Maut, Mojo Si Singa Jantan Mati Diserang Singa Betina

Internasional
5 Fakta Al Ghazali Jenguk Ahmad Dhani, 'Semoga Ayah Kuat' hingga Menyanyi di Depan Rutan

5 Fakta Al Ghazali Jenguk Ahmad Dhani, "Semoga Ayah Kuat" hingga Menyanyi di Depan Rutan

Regional
Ketika Harimau Jokowi Gugat Prabowo dan RSCM soal Fitnah Selang Cuci Darah..

Ketika Harimau Jokowi Gugat Prabowo dan RSCM soal Fitnah Selang Cuci Darah..

Megapolitan
Anjing Gila Serang Puluhan Warga, Kolaka Utara Tetapkan Siaga 1 Rabies

Anjing Gila Serang Puluhan Warga, Kolaka Utara Tetapkan Siaga 1 Rabies

Regional
Serangan Jokowi soal Lahan Prabowo Jadi Momen Kandidat Transparan Laporkan Hartanya

Serangan Jokowi soal Lahan Prabowo Jadi Momen Kandidat Transparan Laporkan Hartanya

Nasional

Close Ads X