Maduro Samakan Trump sebagai "Ketua Geng Ku Klux Klan"

Kompas.com - 05/02/2019, 14:19 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) didampingi istrinya, Cilia Flores, tampil di hadapan massa pro-rezim saat aksi memperingati 20 tahun revolusi di Caracas, Sabtu (2/2/2019). AFP / YURI CORTEZPresiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) didampingi istrinya, Cilia Flores, tampil di hadapan massa pro-rezim saat aksi memperingati 20 tahun revolusi di Caracas, Sabtu (2/2/2019).

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolasi Maduro menyatakan dia tidak akan tunduk pada tekanan dunia Barat yang berniat melengserkannya.

Negara seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, dan Perancis menyatakan dukungan kepada pemimpin oposisi Juan Guaido yang mendeklarikan diri sebagai presiden sementara.

Dalam wawancara dengan Sky Italia dikutip Sky News Senin (4/1/2019), Maduro bersumpah bakal mengacuhkan segala tekanan yang memintanya mundur.

Baca juga: Maduro Mengaku Tulis Surat kepada Paus Fransiskus untuk Memohon Bantuan

Pemimpin sosialis berusia 56 tahun itu mengaku sudah menulis surat kepada Paus Fransiskus untuk memfasilitasi dan memperkuat dialog guna mencari solusi.

Maduro menyatakan dia akan menentang segala langkah yang bisa membuatnya mundur, dan berkata Presiden AS Donald Trump berniat membuat Venezuela sebagai "Vietnam Baru".

Dia mengatakan baik Eropa maupun masyarakat dunia harus mengetahui Gedung Putih saat ini dikuasai orang yang disebutnya eksremis.

"Ini seperti Ku Klux Klan datang (KKK) datang ke Gedung Putih, dengan Trump sebagai ketua geng dan dikelilingi sekelompok orang yang disebut tim Vietnam," kata Maduro.

Dia mengklaim Wakil Presiden Mike Pence, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo adalah bagian dari "supremasi" kelompok tertentu.

Pemimpin yang berkuasa pada 2013 setelah kematian Hugo Chavez itu menuduh mereka semua berkonspirasi untuk menjatuhkan Venezuela.

Termasuk di dalamnya adalah laporan bahwa menggunakan intervensi militer merupakan bagian dari pertimbangan Trump.

Dia menuturkan tidak akan membiarkan "perang gila" masuk ke negaranya, dan menegaskan rakyat maupun militer tidak akan membiarkan adanya intervensi AS.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X