Potensi Ricuh Brexit, Ratu Elizabeth II Bakal Dievakuasi dari London

Kompas.com - 04/02/2019, 12:16 WIB
Ratu Inggris Elizabeth II berfoto setelah dia merekam pesan untuk Hari Natal, di White Drawing Room, Istana Buckingham, di London. Foto ini dirilis pada Senin (24/12/2018). (AFP/John Stillwell) Ratu Inggris Elizabeth II berfoto setelah dia merekam pesan untuk Hari Natal, di White Drawing Room, Istana Buckingham, di London. Foto ini dirilis pada Senin (24/12/2018). (AFP/John Stillwell)

LONDON, KOMPAS.com - Ratu Elizabeth II akan dievakuasi dari London jika timbul kericuhan yang dipicu oleh Brexit tanpa kesepakatan.

Demikian laporan dari The Sunday Times, Minggu (3/2/2019), yang menyebutkan semua anggota senior keluarga kerajaan juga bakal diungsikan.

Rencana untuk menyelamatkan keluarga kerajaan ini kembali diberlakukan dalam beberapa pekan terakhir.

Pasalnya, ada peningkatan kemungkinan Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan sebelum batas waktu pada bulan depan.


Baca juga: Brexit, Airbus Ancam Pindahkan Pabrik Sayap Pesawat dari Inggris

Rencana evakuasi semacam itu sebelumnya pernah diterapkan pada era Perang Dingin, yakni apabila terjadi serangan nuklir dari Uni Soviet, Ratu dan suaminya akan dipindahkan ke lokasi rahasia.

"Rencana evakuasi darurat ini ada sejak Perang Dingin, namun sekarang dirancang ulang jika terjadi kekacauan setelah Brexit tanpa kesepakatan," kata seorang sumber di kabinet pemerintahan.

Meski masalah Brexit belum menemui titik temu, muncul perhatian baru terkait dengan rencana evakuasi yang dirancang untuk ratu pada era Perang Dingin tersebut.

Kekhawatiran dengan serangan nuklir Soviet kala itu membuat keluarga kerajaan akan dievakuasi dengan menggunakan kapal pesiar.

Rencananya, kapal tersebut akan berlayar menuju pulau-pulau Skotlandia bagian utara. Opsi lainnya adalah mengungsikan keluarga kerajaan ke satu atau lebih rumah di pedesaan.

Batas waktu

Seperti diketahui, 29 Maret 2019 merupakan batas waktu bagi Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa.

Meski demikian, kalangan politisi Inggris masih kesulitan untuk mencapaik sebuah kesepakatan untuk mengeksekusi Brexit sebelum tenggat waktu tiba.

Laporan dari Newsweek menyebutkan, pada 15 Januari lalu, Perdana Menteri Inggris Theresa May mengalami kekalahan terbesar bagi pemerintah dalam sejarah modern negara tersebut.

Kesepakatan yang dirumuskan dengan menghabiskan waktu lebih dua tahun dengan Uni Eropa justru ditolak.

Politico mewartakan, Ratu Elizabeth II lebih memilih untuk menghindari debat sengit terkait Brexit, tapi stri Pangeran Philip ini telah menyerukan kepada warga Inggris untuk bersatu.

Kerajaan memang diharuskan netral secara politik dan tidak secara terbuka mengomentari masalah tersebut.

Baca juga: Rupiah Pekan Depan: Faktor Brexit Jadi Penentu

Namun, pidato sang ratu untuk memperingati 100 tahun lembaga Women's Institute dianggap sebagai upaya terselubung untuk meredakan ketegangan yang membara di Inggris.

"Penekanan berkelanjutan pada kesabaran, persahabatan, fokus komunitas yang kuat dan mempertimbangkan kebutuhan orang lain sama pentingnya," ucapnya.

Di sisi lain, pemimpin pro-Brexit Jacob Rees-Mogg justru menyerukan intervensi kerajaan, yang mendesak ratu untuk menangguhkan parlemen guna menghentikan upaya menunda Brexit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

Internasional
Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X