Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Presiden Brasil Jair Bolsonaro Dirawat di Rumah Sakit

Kompas.com - 04/02/2019, 10:11 WIB
Agni Vidya Perdana

Penulis

Sumber AFP

SAO PAULO, KOMPAS.com - Presiden Brasil Jair Bolsonaro dikabarkan tengah dirawat di rumah sakit sejak beberapa hari terakhir.

Dia dilaporkan baru saja menjalani operasi untuk melepas kantong kolostomi yang dipasang setelah insiden penyerangan terhadap dirinya yang membuatnya mendapat luka tusukan akibat pisau pada akhir tahun lalu.

Bolsonaro menjalani operasi pada 28 Januari lalu di rumah sakit di Sao Paulo dan sedang dalam masa pemulihan.

Namun presiden berusia 63 tahun itu dikabarkan mengalami gejala mual dan muntah sehingga harus dipasang selang untuk membantu asupan makanan.

Baca juga: Maduro Sebut Presiden Baru Brasil Hitler Zaman Modern

Kendati demikian, menurut laporan buletin medis yang dirilis pihak rumah sakit, tes klinis terhadap Bolsonaro seluruhnya normal dan tidak ditemukan tanda komplikasi pascaoperasi.

"Presiden diperkirakan sudah dapat keluar dari rumah sakit pada Rabu (6/2/2019) atau Kamis (7/2/2019), sesuai jadwal semula," tulis laporan media lokal, seperti dikutip AFP.

Selama dirawat, Bolsonaro diberitakan tetap melanjutkan pekerjaannya dan memeriksa dokumen dari tempat tidur di rumah sakit.

Kabar kondisi presiden yang membaik juga dikonfirmasi putranya, Carlos Bolsonaro, yang menulis di akun Twitter sang ayah, Minggu (3/2/2019).

"Bangun dalam kondisi baik dan penuh energi.. Hanya sebuah kabar baik di pagi hari," tulis akun tersebut.

Mengenai kondisi presiden yang sempat mengalami mual dan muntah, surat kabar Folha de Sao Paulo mengutip pernyataan dokter Antonio Macedo, yang melakukan operasi kepada presiden, kemungkinan disebabkan proses operasi yang berjalan lama dan rumit.

Bolsonaro sempat ditikam oleh seorang menggunakan pisau pada 6 September 2018 lalu saat berkampanye di negara bagian Minas Gerais.

Dia ditikam di tengah kerumunan para pendukungnya dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi darurat.

Setelah operasi, dia menjalani perawatan hingga hampir satu bulan di rumah sakit.

Walau terluka, Bolsonaro yang menjadi kandidat dalam pemilihan presiden Brasil justru mendapat popularitas setelah penyerangan tersebut.

Bolsonaro kemudian memenangkan pemilihan yang dilangsungkan pada Oktober 2018 dan mulai menjabat setelah dilantik pada 1 Januari lalu.

Baca juga: Presiden Baru Brasil Tegaskan akan Pindah Kedubes di Israel ke Yerusalem

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com