"Duterte" dan "Kim Jong Un" Bikin Kehebohan di Gereja Hong Kong

Kompas.com - 03/02/2019, 18:28 WIB
Peniru Presiden Duterte, Cresencio Extreme (tengah) dan peniru Kim Jong Un, Howard X, saat muncul di gereja St Joseph, di Hong Kong, Minggu (3/2/2019). AFP / ISAAC LAWRENCEPeniru Presiden Duterte, Cresencio Extreme (tengah) dan peniru Kim Jong Un, Howard X, saat muncul di gereja St Joseph, di Hong Kong, Minggu (3/2/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Suasana khidmat saat misa Minggu di sebuah gereja di Hong Kong mendadak riuh setelah kedatangan dua sosok yang "mirip" dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Sosok mirip Duterte yang mengenakan baju kemeja putih yang khas ditemani sosok mirip Kim Jong Un tiba-tiba datang dan mengikuti misa di Gereja St Joseph, pada Minggu (3/2/2019).

Jemaah gereja yang banyak di antaranya merupakan warga Filipina yang bekerja di Hong Kong itu langsung mengerumini pria yang mengaku bernama Cresencio Extreme itu.

Sementara seorang peniru Kim Jong Un, bernama Howard X, yang merupakan warga Hong Kong, tampak mengenakan kemeja hitam, berdiri di sampingnya.

Baca juga: Ribuan Umat Katolik Filipina Gelar Unjuk Rasa Menentang Duterte

Banyak dari jemaah yang berebut ingin berfoto atau berjabat tangan dengan Cresencio.

"Apakah itu Duterte?" bisik seorang wanita yang tampak tidak percaya dengan pria yang mengaku sebagai pemimpin Filipina itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Banyak yang kemudian menyadari bahwa sosok dua pria tersebut bukanlah dua pemimpin negara yang sebenarnya. Namun mereka tampak tidak keberatan dengan aksi keduanya.

Meski demikian ada sejumlah orang yang menyindir bahwa aksi kedua peniru tersebut tidak sopan.

"Mereka datang ke sini untuk membuat keributan. Duterte kami tidak seperti itu," kata seorang jemaah asal Filipina, yang mengaku bernama Linda.

Presiden Duterte belakangan sedang banyak dikritik terutama lantaran komentarnya yang dianggap menyerang gereja.

Pihak gereja di Filipina juga menjadi salah satu yang secara terus terang menyampaikan kritikan terhadap Duterte, berkenaan dengan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi selama kampanye anti-narkotika yang mematikan.

Hong Kong telah menjadi tempat bagi sekitar 200.000 warga Filipina, sebagian besar wanita, yang bekerja, kebanyakan sebagai pembantu rumah tangga.

Baca juga: Duterte Mengaku Pernah Lecehkan Pembantunya saat Masih SMA



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X