Kompas.com - 02/02/2019, 22:05 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Donald Trump menyatakan, menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) merupakan salah satu "kerugian secara finansial".

Komentarnya berselang sehari ketika ekonomi AS dilaporkan menambah 304.000 lapangan pekerjaan sepanjang Januari. Dua kali lipat dari prediksi ekonom.

Baca juga: Kongres AS Selidiki Pemberian Pinjaman Deutsche Bank ke Bisnis Trump

Dilansir Telegraph Jumat (1/2/2019), Trump sering dikritik karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap "klausul gaji" sesuai Konstitusi AS.

Klasuul itu melarang adanya hadiah dari negara asing dikarenakan para diplomat maupun pejabat negara lain menginap di hotel Trump yang berjarak beberapa blok dari Gedung Putih.

Namun dalam wawancaranya dengan New York Times, presiden berusia 72 tahun itu mengaku kehilangan peluang bisnis setelah menjadi orang nomor satu di AS.

"Saya kehilangan banyak uang karena jabatan ini (presiden). Namun, ini bukan uang tentu saja," kata presiden ke-45 AS tersebut.

"Untungnya saya tidak membutuhkan uang karena pekerjaan ini adalah pekerjaan paling merugikan (secara finansial) sepanjang masa," lanjutnya.

Dia mengakui sudah mendengar adanya kritikan bahwa pejabat negara lain menginap di hotelnya. "Namun saya kehilangan jumlah yang lumayan" terangnya.

Dia tidak menjelaskan berapa banyak kerugian yang dialami perusahaannya setelah dua tahun dia menjabat di Gedung Putih.

Business Insider South Africa melaporkan sebagai presiden Trump mendapat gaji 400.000 dollar AS, sekitar Rp 5,5 miliar, setiap tahunnya.

Uang itu dia donasikan ke sejumlah badan amal. Termasuk di antaranya Badan Pelayanan Taman Nasional maupun Institu Penyalahgunaan Alkohol.

Meski mengaku kehilangan peluang bisnis, Trump menyatakan dia mencintai pekrjaannya. "Saya tidak tahu harus berkata apa. Tapi saya menyukai jabatan saya sekarang," tukasnya.

Baca juga: Gurita Bisnis Trump, dari Bogor hingga Buenos Aires

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.