Bergabung dengan ISIS sejak Usia 15 Tahun, Kini Leonora Ingin Pulang

Kompas.com - 02/02/2019, 11:52 WIB
Leonora, remaja berusia 19 tahun asal Jerman ketika berada di pos pemeriksaan milik Pasukan Demokratik Suriah di kawasan Baghouz pada 31 Januari 2019. Leonora mengaku ingin pulang setelah empat tahun bergabung dengan ISIS.AFP/DELIL SOULEIMAN Leonora, remaja berusia 19 tahun asal Jerman ketika berada di pos pemeriksaan milik Pasukan Demokratik Suriah di kawasan Baghouz pada 31 Januari 2019. Leonora mengaku ingin pulang setelah empat tahun bergabung dengan ISIS.

BAGHOUZ, KOMPAS.com - Seorang remaja Jerman mengaku ingin pulang setelah empat tahun bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS).

"Saat itu, saya sedikit naif," ucap Leonora yang berusia 19 tahun setelah memilih mengungsi dari benteng terakhir ISIS di timur Suriah.

Koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat ( AS) menggempur kantong pertahanan terakhir ISIS yang berbatasan dengan Irak, dan memaksa ribuan warga mengungsi.

Baca juga: Trump Bantah Laporan Kepala Intelijen AS soal Korut dan ISIS

Tinggal di desa Baghouz, Leonora dan dua anaknya merupakan satu dari ribuan warga yang memutuskan pergi sepanjang pekan ini.

Dia mengisahkan pertama kali bergabung dengan ISIS pada usia 15 tahun. Tiga hari kemudian, dia menikah dengan pria yang juga warga negara Jerman.

Dia mengaku merupakan istri ketiga dari anggota ISIS bernama Martin Lemke, yang lebih dulu mempunyai dua istri tatkala pindah ke Suriah.

Setelah ISIS menduduki sebagian besar Suriah dan Irak, Leonora berkata dia pertama kali tinggal di ibu kota Suriah Raqa sebagai ibu rumah tangga.

"Saya hanya di rumah. Memasak, membersihkan rumah, mencuci. Rutinitas seperti itu," tutur Leonora seperti dikutip AFP Sabtu (2/2/2019).

Awalnya, hidup di Raqa sangatlah indah. Namun semuanya berubah setelah Pasukan Demokratik Suriah (SDF) melancarkan serangan dengan bantuan AS.

Pasukan yang didominasi Kurdi itu merebut Raqa pada 2017 setelah bertahun-tahun ISIS melakukan perbuatan brutal, termasuk di antaranya pemenggalan.

"Setelah ISIS kehilangan Raqa, sejak saat itu kami harus berganti rumah setiap pekan karena kota yang dikuasai ISIS mulai direbut kembali," papar Leonora.

Ketika SDF mulai bergerak ke daerah mereka, Leonora mengungkapkan anggota ISIS mulai meninggalkan keluarganya dan membuat mereka berjuang sendiri.

Leonora mengisahkan bagaimana ketika mereka ditinggalkan oleh ISIS dalam keadaan tidak ada makanan dan harus menanggung anak yang masih kecil.

"Mereka tidak peduli dengan Anda. Mereka bakal meninggalkan Anda di kota yang sudah kosong bersama dengan anak Anda," lanjutnya.

Baca juga: Anggota ISIS Asal Irlandia, Kisahkan Hari-hari Terakhir Kelompok Itu

Mereka kemudian memutuskan mengungsi dan berakhir di Baghouz yang berlokasi di Provinsi Deir Ezzor, tepi sungai Eufrat.

Awalnya, dia pergi bersama Lemke dan istri keduanya ke area yang dikuasai SDF, di mana Leonora berujar suaminya ditangkap.

Selama bergabung dengan ISIS, Leonora mengatakan Lemke bekerja sebagai teknisi yang memperbaiki komputer hingga peralatan elektronik.

Namun dalam investigasi yang dirilis media Jerman, Lemke yang kini berusia 28 tahun merupakan salah satu figur berpengaruh di kalangan anggota asing ISIS.

Kini, SDF mengepung ISIS dan membuat mereka hanya menguasai "Kantong Hajin" seluas empat kilometer per segi dalam beberapa hari terakhir.

Kini, Leonora berkata dia ingin kembali ke Jerman, bersatu dengan keluarganya dan kembali ke kehidupan lamanya.

"Kini, saya paham apa yang saya lakukan di masa lalu merupakan kesalahan yang sangat, sangat besar," pungkasnya.

Baca juga: Anggota ISIS asal Perancis yang Ditahan di Suriah Berpeluang Dipulangkan


Terkini Lainnya

Joko Driyono: Saya Menunggu Detik-detik Terakhir..

Joko Driyono: Saya Menunggu Detik-detik Terakhir..

Megapolitan
Kebakaran di Rumah Bertingkat Daerah Teluk Gong, Dua Orang Tewas

Kebakaran di Rumah Bertingkat Daerah Teluk Gong, Dua Orang Tewas

Megapolitan
Seputar Pemeriksaan Bawaslu terhadap Caleg yang Senam di Atas Sajadah

Seputar Pemeriksaan Bawaslu terhadap Caleg yang Senam di Atas Sajadah

Megapolitan
Aksi Sekelompok Pria Mesum di Karawang Bikin Banyak Siswi Trauma

Aksi Sekelompok Pria Mesum di Karawang Bikin Banyak Siswi Trauma

Regional
Dirjen Dukcapil Sebut Sudah Merekam E-KTP ke Semua Penghuni Lapas dan Rutan

Dirjen Dukcapil Sebut Sudah Merekam E-KTP ke Semua Penghuni Lapas dan Rutan

Nasional
Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono: Cukup Melelahkan, Cukup Panjang..

Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono: Cukup Melelahkan, Cukup Panjang..

Megapolitan
Mahfud MD: Hindari Golput karena Pesta Demokrasi Itu Menyenangkan...

Mahfud MD: Hindari Golput karena Pesta Demokrasi Itu Menyenangkan...

Regional
Duel Maut, Mojo Si Singa Jantan Mati Diserang Singa Betina

Duel Maut, Mojo Si Singa Jantan Mati Diserang Singa Betina

Internasional
5 Fakta Al Ghazali Jenguk Ahmad Dhani, 'Semoga Ayah Kuat' hingga Menyanyi di Depan Rutan

5 Fakta Al Ghazali Jenguk Ahmad Dhani, "Semoga Ayah Kuat" hingga Menyanyi di Depan Rutan

Regional
Ketika Harimau Jokowi Gugat Prabowo dan RSCM soal Fitnah Selang Cuci Darah..

Ketika Harimau Jokowi Gugat Prabowo dan RSCM soal Fitnah Selang Cuci Darah..

Megapolitan
Anjing Gila Serang Puluhan Warga, Kolaka Utara Tetapkan Siaga 1 Rabies

Anjing Gila Serang Puluhan Warga, Kolaka Utara Tetapkan Siaga 1 Rabies

Regional
Serangan Jokowi soal Lahan Prabowo Jadi Momen Kandidat Transparan Laporkan Hartanya

Serangan Jokowi soal Lahan Prabowo Jadi Momen Kandidat Transparan Laporkan Hartanya

Nasional
Polisi Ringkus Komplotan Perampok Minimarket 24 Jam

Polisi Ringkus Komplotan Perampok Minimarket 24 Jam

Megapolitan
Perempuan Semarang Targetkan 80 Persen Suara Untuk Jokowi-Ma'ruf

Perempuan Semarang Targetkan 80 Persen Suara Untuk Jokowi-Ma'ruf

Regional
Penyebab Kekurangan 1.020 Surat Suara untuk KPU Mimika Terungkap

Penyebab Kekurangan 1.020 Surat Suara untuk KPU Mimika Terungkap

Regional

Close Ads X