Polisi dapat Petunjuk Pelaku Pemboman Gereja di Filipina dari Potongan Kaki

Kompas.com - 01/02/2019, 22:59 WIB
Aparat Filipina memeriksa lokasi ledakan bom di dalam gereja Katolik di Jolo, Provinsi Sulu, sehari setelah insiden, Senin (28/1/2019). AFP / NICKEE BUTLANGANAparat Filipina memeriksa lokasi ledakan bom di dalam gereja Katolik di Jolo, Provinsi Sulu, sehari setelah insiden, Senin (28/1/2019).

JOLO, KOMPAS.com - Otoritas Filipina menyimpulkan bahwa serangan dua bom di gereja Katolik di Jolo adalah bom bunuh diri. Hal tersebut setelah ditemukan potongan tubuh yang tidak diketahui identitasnya.

Melansir dari BBC Indonesia, dua pasang kaki yang ditemukan di lokasi ledakan bom tidak ada yang mengklaim hingga hampir sepekan sejak terjadinya insiden.

Satu pasang potongan kaki itu ditemukan di dalam gereja, sementara satu pasangan lainnya ditemukan di luar bangunan, tempat terjadinya ledakan kedua.

"Sampai Jumat (1/2/2019), dua pasang kaki yang penuh luka tidak ada yang mengklaim dan ini menunjukkan kemungkinan milik pelaku pembom bunuh diri," kata Kepala Kepolisian Provinsi Sulu, Pablo Labra.

Baca juga: Suami Istri asal Indonesia Disebut Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Filipina

Ditambahkannya, hasil uji DNA untuk potongan-potongan tubuh baru dapat diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Sementara Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano mengatakan bahwa pelaku peledakan bom bunuh diri adalah warga negara Indonesia yang memiliki kaitan dengan kelompok teroris ISIS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka adalah orang Indonesia. Saya yakin bahwa mereka adalah orang Indonesia," kata Ano, yang juga mantan kepala militer, kepada CNN Filipina, dilansir The Straits Times, Jumat (1/2/2019).

Ano tidak memaparkan dasar pernyataannya yang menyebut pelaku berasal dari Indonesia.

Pun demikian dengan pihak Konsul Jenderal Indonesia di Davao, Berlian Napitupulu yang belum mendapat informasi tentang adanya pasangan asal Indonesia yang menjadi pelaku pembom bunuh diri.

Selain menunggu hasil uji DNA, otoritas Filipina juga sedang mencari seorang pria yang diduga berasal dari kelompok Abu Sayyaf, yang diyakini menjadi pembimbing kedua pelaku pembom bunuh diri.

"Yang bertanggung jawab (dalam serangan ini) adalah pembom bunuh diri Indonesia. Namun kelompok Abu Sayyaf yang membimbing mereka, dengan mempelajari sasaran, melakukan pemantauan rahasia dan membawa pasangan ini ke gereja," kata Ano.

Dua ledakan bom terjadi di gereja di Jolo, Provinsi Sulu, Filipina saat digelarnya misa, pada Minggu (27/1/2019).

Insiden tersebut menewaskan sebanyak 22 orang dan melukai setidaknya 100 orang lainnya.

Baca juga: Polisi Cari Pria Pemandu Suami Istri Diduga asal Indonesia Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.