Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/02/2019, 13:02 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan setelah mengunggah kicauan di Twitter yang mengomentari cuaca dingin ekstrem.

Dikutip media India ANI via Economic Times, Trump menuturkan bahwa di kawasan Midwest, suhu udara hampir mencapai minus 60 derajat Celsius.

Trump menyebut suhu itu merupakan paling dingin yang pernah tercatat, dan terancam lebih dingin lagi dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: Suhu di AS Minus 52 Derajat Celsius, Air Terjun Niagara Membeku

"Orang-orang bahkan tak bisa berada di luar lebih dari satu menit. Ada apa dengan Global Waming? Cepatlah kembali, kami membutuhkanmu!" kicau Trump.

Unggahan presiden 72 tahun itu langsung menjadi perhatian netizen. Sebabnya, dia menulis "global waming" alih-alih "global warming".

Kemudian, dia meminta Global Warming untuk datang dan mencairkan suhu dingin ekstrem tersebut yang membuat netizen bereaksi.

"Apa Anda benar-benar tak tahu soal perubahan iklim? Pernahkah Anda membaca satu buku saja sepanjang hidup Anda?" tanya netizen bernama Ed Krassenstein.

"Kita tidak akan pernah menemukan presiden seperti ini lagi. Saya benar-benar menikmati masa jabatannya," imbuh warganet dengan akun Chad.

"Anda bercanda, bukan? Anda tentu tahu Global Warming berarti cuacanya bisa lebih dingin bagi Midwest indah ini," ujar netizen lainnya.

Sementara Badan Atmosfer dan Kelautan Nasional (NOAA) merespons twit Trump dengan ilustrasi yang menunjukkan meski Bumi menghangat, bukan berarti tidak terjadi suhu dingin.

Ilustrasi dari NOAA menunjukkan, temperatur lautan yang hangat sebagai teh poci yang kemudian membentuk kelembaban ketika berhadapan dengan badai musim dingin.

Fenomena polar vortex atau pusaran kutub yang merupakan kumpulan udara di bawah suhu beku membuat wilayah di Amerika Serikat lebih dingin dari Antartika.

Suhu di negara bagian North Dakota mencapai 32 derajat di bawah nol Celsius, dan minus 52 derajat Celsius tercatat di Minnesota.

Laporan AFP menyebutkan, korban tewas terkait cuaca dingin ekstrem dan badai salju bertambah menjadi 10 orang hingga sejauh ini.

Kebanyakan korban tewas berasal dari Michigan. Di antara 10 korban, salah satunya mahasiswa Iowa University berusia 18 tahun.

Dia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di belakang gedung kampus pada Rabu lalu, saat suhu mencapai minus 46 derajat Celsius.

Baca juga: Suhu Minus 52 Derajat Bekukan AS, Korban Tewas Bertambah Jadi 10 Orang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com