Kompas.com - 01/02/2019, 12:02 WIB
Seekor macan tutul menyerang seorang pria di daerah Lamba Pind di Jalandhar, India, Kamis (31/1/2018). (AFP/SHAMMI MEHRA) Seekor macan tutul menyerang seorang pria di daerah Lamba Pind di Jalandhar, India, Kamis (31/1/2018). (AFP/SHAMMI MEHRA)

JALANDHAR, KOMPAS.com - Seekor macan tutul berkeliaran di area Lama Pind, Jalandhar, India, pada Kamis (31/1/2019),

Hewan liar itu masuk ke dalam rumah warga dan butuh waktu lebih dari 9 jam bagi petugas untuk menangkapnya.

Diwartakan The Times of India, penduduk berkerumun dan berisik, serta beberapa orang melemparinya dengan batu bata, sehingga membuat macan tutul panik lalu menyerang empat orang.

Baca juga: Marak Serangan Macan Tutul di India, Bayi 4 Bulan Turut Jadi Korban

Macan tutul pertama kali terlihat di sebuah rumah sekitar pukul 12.00 waktu setempat.

Warga yang ketakutan kemudian menghubungi Petugas Margasatwa, yang kemudian mencoba menangkapnya dengan jaring.

Namun, binatang tersebut lolos dan melompati seorang petugas sehingga membuatnya terjatuh dari tembok pagar.

Setelah kabur, macan tutul kemudian mengarah ke jalanan dan mencari tempat untuk bersembunyi. Selanjutnya, dia menuju ke padang.

Di sana, penduduk setempat berkumpul sehingga menimbulkan kekacauan yang justru membuat macan tutul tertekan.

Polisi turun tangan dengan memblokir jalanan untuk menghentikan orang-orang memenuhi area di sekitar macan tutul.

Pada pukul 17.00 waktu setempat,macan tutul masuk ke sebuah rumah lain dan tidak bisa berkutik sebab dalam keadaan tersudut.

"Nampaknya dia berkeliaran dari perbukitan Himachal Pradesh dan kemudian setelah melewati area padang distrik Hoshiarpur, lalu mencapai Jalandhar," kata petugas kehutanan, Singh Gill.

Baca juga: Macan Tutul Kabur dari Taman Safari, Drone dan Gajah Terlatih Bantu Pencarian

Akhirnya setelah menembakkan tiga anak panah berisi obat penenangl, macan tutul dapat ditangani. Kini, hewan itu berada dalam perawatan Departemen Kehutanan India.

Fox News mewartakan, empat korban tidak mengalami luka yang mengancam nyawa.

Konfrontasi antara penduduk India dengan hewan liar kerap terjadi dan semakin meningkat. Banyak orang mulai pindah ke lokasi dekat hutan lindung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X