Biografi Tokoh Dunia: Guy Fawkes, Simbol Perlawanan Populer

Kompas.com - 31/01/2019, 22:20 WIB
Guy Fawkes, prajurit Inggris yang kemudian dijadikan simbol perlawanan modern karena keterlibatannya dalam Plot Bubuk Mesiu pada 1605. via The TelegraphGuy Fawkes, prajurit Inggris yang kemudian dijadikan simbol perlawanan modern karena keterlibatannya dalam Plot Bubuk Mesiu pada 1605.

KOMPAS.com - Guy Fawkes, juga dikenal sebagai Guido Fawkes, merupakan seorang tentara asal Inggris dan merupakan anggota kelompok Katolik Inggris.

Dia menjadi terkenal setelah partisipasinya dalam Plot Bubuk Mesiu pada 1605 yang berniat meledakkan Istana Westminster saat sidang pembukaan parlemen.

Ketika itu, Raja James I dan perdana menterinya sedang berada di dalam. Namun, plot tersebut gagal dan dia dijatuhi hukuman mati.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Pemberontakan Yahudi Polandia terhadap Nazi


Kini, wajahnya menjadi topeng dan dianggap sebagai simbol perlawanan populer, dan diadaptasikan dalam komik dan film V for Vendetta yang dibintangi Natalie Portman.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari tokoh yang kini diperingati setiap 5 November di Inggris tersebut.

1. Masa Kecil
Fawkes diduga lahir pada 13 April 150 di York, dan merupakan anak kedua dari pengacara bernama Edward Fawkes dan Edith.

Ayahnya meninggal ketika Fawkes berusia delapan tahun. Setelah itu ibunya menikah lagi dengan pria bernama Dionis Baynbrigge (atau Bainbridge).

Setelah lulus sekolah, awalnya dia mengabdi dengan Viscount Pertama Montagu Anthony Browne. Namun, Browne ternyata tidak menyukainya.

Dia kemudian memecat Fawkes. Dia kemudian bekerja kembali di Montagu di bawah Viscount Kedua Anthony-Mari Browne yang berkuasa pada usia 18 tahun.

Pada Oktober 1591, dia menjual tanah yang diwariskan dari ayahnya di Clifton, dan pergi untuk berpartisipasi dalam Perang 80 Tahun antara Spanyol dengan Republik Belanda.

Karena kekalahan di Deventer atas Spanyol, Fawkes kemudian beralih kesetiaan bagi Negeri "Matador", dan mengemban pangkat alferez atau perwira junior.

Dia mempunyai kecekapan ketika ikut dalam pengepungan Calais pada 1596 dan tujuh tahun kemudian, dia diangkat sebagai Kapten.

Pada masa itu, Inggris mengalami perpecahan agama di mana Gereja Inggris didirikan oleh Raja Henry VIII. Namun Katolik sempat naik di masa pemerintahan putrinya, Mary I.

Setelah itu, Protestan naik ketika Elizabeth I bertakhta yang kemudian mendapat ekskomunikasi dari Gereja Katolik di bawah kuasa Paus Pius V.

Dia sempat pergi ke Spanyol untuk meminta dukungan guna melancarkan pemberontahan terhadap London, terutama mengarah kepada penerus Elizabeth I, James I.

Baca juga: Seorang Senator AS Yakinkan Trump Dukung Plot Pembunuhan Kim Jong Un

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X