Pemimpin Oposisi Bantah Venezuela Terancam Perang Saudara

Kompas.com - 31/01/2019, 21:57 WIB
Presiden Majelis Nasional Venezuela Juan Guaido berbicara di depan kerumunan pendukung oposisi selama pertemuan terbuka di Caraballeda, Negara Bagian Vargas, Venezuela, pada Minggu (13/1/2019). (AFP/YURI CORTEZ) Presiden Majelis Nasional Venezuela Juan Guaido berbicara di depan kerumunan pendukung oposisi selama pertemuan terbuka di Caraballeda, Negara Bagian Vargas, Venezuela, pada Minggu (13/1/2019). (AFP/YURI CORTEZ)

CARACAS, KOMPAS.com - Pemimpin oposisi sekaligus Ketua Majelis Nasional Venezuela, Juan Guaido, yang memproklamirkan diri sebagai presiden interim, membantah negaranya terancam perang saudara.

Guaido menegaskan, sebagian besar rekan sebangsanya menginginkan Nicolas Maduro untuk mundur.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Spanyol, El Pais, Guadio juga kembali menyerukan kepada angkatan bersenjata Venezuela untuk mendukungnya.

"Tidak ada risiko perang saudara di Venezuela, terlepas dari apa yang orang-orang tertentu yakini atau yang ingin kami percayai," ujar Guaido.

Baca juga: Pemimpin Oposisi Venezuela Klaim Sudah Bertemu Militer secara Rahasia

"Mengapa tidak mungkin (terjadi perang saudara)? Karena hampir 90 persen rakyat Venezuela menginginkan perubahan," tambahnya, seperti dilansir AFP, Kamis (31/1/2019).

Kendati demikian, Guaido mengatakan risiko kekerasan tetap ada, yang datang dari pemerintah Maduro, yang disebutnya menggunakan pasukan polisi khusus dan paramiliter.

"Mereka telah membunuh puluhan pemuda dalam satu minggu dan lebih dari 140 pada 2017," ujar Guaido.

Guaido, yang menyatakan dirinya sendiri sebagai presiden interim pada 23 Januari lalu menegaskan bahwa konstitusi di Venezuela memberinya hak untuk mengambil alih jabatan kepala negara karena pemilu tahun lalu yang kembali memenangkan Maduro adalah tidak sah.

"Saya percaya pada satu titik.. tentara akan berakhir tidak puas dan mengambil kesempatan ini untuk berpihak pada konstitusi. Dan bukan hanya karena kami mengusulkan amnesti," kata Guaido.

Guaido telah mendapat dukungan dari sejumlah pemimpin negara di dunia, termasuk Amerika Serikat dan Israel.

Selain itu ada enam negara Uni Eropa, Spanyol, Perancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Portugal, yang mengatakan bakal mengakui Guaido apabila Maduro gagal menggelar pemilu dan pemilihan presiden baru hingga Minggu mendatang.

Baca juga: Maduro Siap Duduk Semeja dan Bernegosiasi dengan Oposisi Venezuela



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X