Para Pengungsi Venezuela Jual Perhiasan hingga Rambut untuk Bertahan Hidup

Kompas.com - 31/01/2019, 13:38 WIB
Seorang perempuan Venezuela terlihat memotong rambutnya dalam upaya mendapatkan uang di perbatasan Kolombia. Warga Venezuela ada yang mengungsi sejak inflasi di negara tersebut meningkat.Daily Mirror/Rowan Griffiths Seorang perempuan Venezuela terlihat memotong rambutnya dalam upaya mendapatkan uang di perbatasan Kolombia. Warga Venezuela ada yang mengungsi sejak inflasi di negara tersebut meningkat.

CUCUTA, KOMPAS.com - Pada siang hari yang terik, ribuan warga Venezuela berjubel di Jembatan Simon Bolivar dan hendak menuju Kolombia.

Dengan membawa koper, membawa kereta bayi, hingga kanvas, mereka menuju negara di mana segebung uang yang mereka bawa tidak berarti apa-apa.

Inflasi hingga 80.000 persen di Venezuela membuat gaji yang mereka dapatkan menjadi tidak berguna, dan menyulut serangkaian aksi kekerasan serta kemiskinan.

Baca juga: Krisis Ekonomi Bikin Wanita Venezuela Terpaksa Jadi PSK

Di kota perbatasan seperti diwartakan Daily Mirror Rabu (30/1/2019), kebanyakan para pengungsi itu datang dalam keadaan lelah setelah menempuh perjalanan panjang.

Di antara pengungsi itu terdapat keluarga kecil Graicel Sulado, suaminya Franyer Suarez, serta putra mereka yang berusia 10 tahun Adrian.

Dia berusaha tegar. Namun berkali-kali dia menyeka air matanya karena tak menyangka, mereka bakal hidup dalam kondisi serba kekurangan.

"Saya ingin menangis. Saya hanya tak menyangka hal ini bakal terjadi dalam kehidupan kami," kata perempuan berusia 29 tahun itu.

Sulado mengatakan, mereka datang ke Kolombia tanpa mempunyai uang untuk sekadar membayar makanan dan minuman selama perjalanan.

Sementara Suarez mengeluhkan dia dulunya mempunyai pekerjaan yang bagus. Namun kini, hasilnya tak cukup untuk sepotong roti.

"Saya sampai tidak bisa tidur karena saya khawatir tentang nasib kami. Kota Barquisimento tempat kami tinggal tidak aman, di mana polisi dan tentara di mana-mana," tuturnya.

Karena para pengungsi itu datang dalam keadaan tak punya uang, mereka menjual segala kepunyaan mereka untuk bertahan hidup.

Dalam keadaan putus asa, para pengungsi itu memilih untuk menjual rambut dan mengenakan wig demi mendapat sedikit uang.

Para pedagang rambut itu bakal membayar antara 10-60 poundsterling, sekitar Rp 180.000-1 juta, tergantung panjang maupun kondisi rambut.

Baca juga: Kisah WNI yang Bayar 1,7 Miliar Bolivar untuk Makan Siang di Venezuela

Ketika Mirror mendekati salah satu pedagang rambut itu, salah satunya mengangkat tangan untuk menunjukkan mereka tidak diterima.

Selain itu, ada juga yang menjual perhiasan berharga seperti cincin, arloji, gelang, maupun kalung dalam upaya ke Kolombia.

Sementara para perempuan muda yang datang sendiri dilaporkan dipikat oleh pria yang mereka temui untuk terjun ke industri seks.

"Banyak kekerasan di jalan saat ini. Orang-orang bakal berbuat apa saja untuk mendapat uang," terang Dajarlene Rodriquez yang datang bersama putrinya, Victoria.

Baca juga: Venezuela: Ayam Utuh 14,5 Miliar Bolivar hingga Gajian Pakai Telur



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Internasional
Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Internasional
Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Internasional
Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Internasional
Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Internasional
Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Internasional
Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Internasional
Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Internasional
Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Internasional
Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Internasional
Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Internasional
Warga Negara-negara Arab Mengaku Semakin Tidak Relijius

Warga Negara-negara Arab Mengaku Semakin Tidak Relijius

Internasional
Pemimpin ISIS Cabang Yaman Dibekuk Pasukan Khusus Arab Saudi

Pemimpin ISIS Cabang Yaman Dibekuk Pasukan Khusus Arab Saudi

Internasional

Close Ads X