Kompas.com - 30/01/2019, 23:02 WIB

BRASILIA, KOMPAS.com - Dari total sekitar 20.000 bendungan yang ada di Brasil, disebut hampir 4.000 di antaranya berisiko tinggi mengalami kerusakan.

Kabar tersebut disampaikan Menteri Pembangunan Daerah Gustavo Canuto, Selasa (29/1/2019), menyusul terjadinya insiden runtuhnya sebuah bendungan tambang yang menyebabkan puluhan korban tewas dan ratusan lainnya masih hilang.

Melansir dari Daily Sabah, satu dari lima bendungan di Brasil tergolong berisiko tinggi mengalami kerusakan. Dari jumlah bendung berisiko tinggi tersebut sebanyak 205 bendungan di antaranya diketahui mengandung limbah mineral.

"Brasil tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengaudit seluruh bendungan tersebut dengan segera, sehingga pemerintah berupaya memprioritaskan yang membutuhkan tindakan paling mendesak," kata Canuto kepada wartawan.

Baca juga: Bendungan Runtuh, Aset Perusahaan Tambang Brasil Dibekukan

Kolonel Evandro Borger dari kepolisian militer Brasil mengatakan, jumlah korban yang telah dipastikan tewas akibat runtuhnya bendungan di dekat Kota Brumadinho, pada Jumat (25/1/2019) pekan lalu telah mencapai 84 orang. Selain itu masih ada 276 orang yang dilaporkan hilang.

Bendungan yang runtuh itu merupakan bagian dari kompleks produksi bijih besi milik perusahaan tambah Brasil, Vale.

Tiga orang teknisi perusahaan serta dua teknisi yang bekerja untuk perusahaan inspeksi keselamatan TUEV SUED, yang berbasis di Jerman, telah ditahan.

Surat perintah penangkapan dikeluarkan oleh pengadilan di Sao Paulo dan negara bagian Minas Gerais, tempat insiden bendungan yang runtuh.

Hakim Minas Gerais, Perla Saliba Brito, mengatakan, bencana tersebut seharusnya dapat dicegah.

"Tidak bisa dipercaya bahwa bendungan sebesar itu, yang dijalankan oleh salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia, tiba-tiba runtuh tanpa ada indikasi kerentanan," tulis hakim dalam surat putusannya, seperti dikutip situs berita UOL.

Baca juga: Lima Orang Ditahan Terkait Tragedi Bendungan Jebol di Brasil

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.