Anggota ISIS Asal Irlandia, Kisahkan Hari-hari Terakhir Kelompok Itu

Kompas.com - 30/01/2019, 11:58 WIB
Alexandr Ruzmatovich Bekmirzaev, warga Irlandia keturuanan Uzbek yang menjadi anggota ISIS sejak 2013. AFP/DELIL SOULEIMANAlexandr Ruzmatovich Bekmirzaev, warga Irlandia keturuanan Uzbek yang menjadi anggota ISIS sejak 2013.
|

DAMASKUS, KOMPAS.com - Dari tahanannya di wilayah utara Suriah, anggota ISIS asal Irlandia Alexandr Bekmirzaev menceritakan kondisi organisasi itu saat ini.

Dia menceritakan rasa lapar dan takut yang dialaminya saat misil dan bom berjatuhan di pertahanan terakhir ISIS di Suriah.

"Saya mengira kami akan mati karena kelaparan," ujar pria 46 tahun yag ditangkap saat kabur dari wilayah timur Suriah.

Baca juga: Anggota ISIS asal Perancis yang Ditahan di Suriah Berpeluang Dipulangkan


Alexandr mengatakan, dia kabur ke wilayah yang dikuasai pasukan Kurdi, yang kemudian menangkap dia dan empat anggota lain ISIS yang kabur bersamanya bulan lalu.

Dengan didukung serangan udara koalisi pimpinan AS, pasukan Tentara Demokratik Suriah (SDF), sejak September lalu menghantam pertahanan terakhir ISIS di dekat perbatasan Irak-Suriah.

Pria yang kini ditawan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) itu menggambarkan saat-saat bangunan pertahanan ISIS runtuh di sekitarnya.

"Sejak musim panas pengeboman terus terjadi hampir setiap hari," ujar Alexandr yang lahir dari ayah berdarah Uzbek dan ibu dari Belarus itu.

Kantong pertahanan ISIS itu disebut Hajin dan kini dikepung pasukan SDF. Di tempat itu sudah tak ada apa-apa lagi, tepung tak ada dan daging amat mahal.

Alexandr menambahkan, bersama istri dan anaknya yang berusia lima tahun mereka terpaksa makan roti yang dibuat dari sekam dan pernah mereka harus makan rumput.

"Sayuran? Saya harap ada sayuran. Tak ada apa-apa sama sekali. Kami bahkan harus makan rumput," ujar pria berjanggut itu.

Di saat pasukan gabungan AS dan SDF terus maju dan merebut desa demi desa, Alexandr dan keluarganya terpaksa kabur jauh hingga ke wilayah ISIS.

"Saya meninggalkan rumah karena SDF sudah berada 800 meter dari rumah saya di desa Kishmeh," kata dia.

Dia dan keluarganya kabur menyusuri sisi timur Sungai Eufrat hingga ke desa Al-Shaafa. Di sana mereka menginap dan tidur di sebuah masjid.

Baca juga: Wilayah ISIS Kini Tinggal Dua Desa di Gurun Pasir Suriah

Dari desa itu, mereka bersama serombongan besar perempuan dan anak-anak kembali kabur dipandu seorang pemuda untuk menghindari ladang ranjau.

"Kami pikir jika dengan kelompok besar akan lebih aman sebab mereka (SDF) akan melihat banyak orang terutama anak-anak," ujarnya.

Alexandr mengatakan, dia sudah 5,5 tahun berada di Suriah, sebelum istri dan anaknya menyusul.

Dia mengklam tidak berniat bertempur dengan ISIS dan bekerja sebagai pengemudi ambulans selama satu tahun pada 2014-2015.

Namun, tidka jelas apa yang dikerjakannya di Suriah setelah tidak menjadi pengemudi ambulans.

Baca juga: Komandan Pasukan Kurdi Suriah: ISIS akan Dikalahkan dalam Satu Bulan

Dia mengatakan, seorang komandan ISIS menyita paspornya. Padahal pada awal 2015, Alexandr sudah berniat meninggalkan Suriah bersama istri dan anaknya.

Alexandr memeluk Islam di Uzbekistan saat berusia 20-an setelah kakak laki-lakinya bunuh diri.

Dia kemudian tinggal dan bekerja di Irlandia selama lebih dari 10 tahun. Dia menjual pakaian pria dan menjadi staf keamanan sebuah klub malam.

Pada 2010, Alexandr resmi menjadi warga negara Irlandia. Dua tahun kemudian, setahun setelah perang saudara Suriah pecah, Alexandr kehilangan pekerjaannya.

Dia mengaku menjadi depresi akibat kondisinya tersebut.

"Saat itu saya mengira harus membantu sesama Muslim jadi saya memutuskan berangkat ke Suriah pada September 2013," kata dia.

Empat bulan setelah pria ini menetap di Suruah istri dan anaknya yang saat itu berusia 10 bulan bergabung.

Setelah wilayah ISIS kian menyempit akibat serangan pasukan koalisi, Alexandr menggambarkan keputusannya untuk pergi ke Suriah adalah sebuah kesalahan.

"Di mana orang bernama Abu Bakr al-Baghdadi? Dia mana dia? Ini pertanyaan saya," ujar Alexandr putus asa.

"Saya tidak berbuat apa-apa. Saya hanya ingin pulang. Saya berharap mereka tak akan meninggalkan saya," tambahnya.

Baca juga: Milisi SDF Potong Jalur Pelarian Terakhir ISIS dari Kota Raqqa

Alexandr ditangkap pasukan SDF karena dicurigai sebagai anggota ISIS yang mencoba kabur dengan menyamar sebagai pengungsi.

Alexandr dicurigai memiliki tujuan untuk kabur dan membangun sel tidur ISIS untuk menjalankan serangan di masa depan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

Internasional
Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X