Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/01/2019, 10:40 WIB

CARACAS, KOMPAS.com - Mahkamah Agung Venezuela melarang pemimpin oposisi Juan Guaido meninggalkan negara itu dan membekukan rekening banknya.

Diwartakan BBC, Rabu (30/1/2019), langkah itu diambil saat krisis perebutan kekuasaan yang menimpa Venezuela.

Seperti diketahui, Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela pada pekan lalu dan menuai dukungan dari Amerika Serikat dan negara lainnya.

Baca juga: AS Serahkan Kendali Rekening Venezuela kepada Pemimpin Oposisi

Pria berusia 35 tahun itu kini dilarang meninggalkan negara sampai penyelidikan berakhir.

"Dia telah menyebabkan kerusakan pada perdamaian di republik," kata Ketua MA Venezuela Maikel Moreno.

AFP melaporkan, Guaido justru memilih untuk mengabaikan upaya pemerintahan Presiden Nicolas Maduro mengekangnya, dengan menyebutnya sebagai tindakan yang bukan hal baru.

"Saya tidak menampik ancaman, persekusi, saat ini. Tapi kami di sini, dan terus melakukan pekerjaan kami," ucapnya.

Di Washington, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton memperingatkan konsekuensi serius jika ada tindakan yang membahayakan pemimpin oposisi Venezuela.

"Akan ada konsekuensi serius bagi mereka yang berusaha menumbangkan demokrasi dan membahayakan Guaido," kicaunya di Twitter.

Guaido naik ke panggung politik dan belum dikenal sebelumnya sampai pada 3 Januari 2019, ketika dia dilantik sebagai Presiden Majelis Nasional.

Baca juga: Menhan Venezuela: Militer Siap Mati untuk Mempertahankan Tanah Air

Pada 23 Januari 2019, dia mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara dan bersumpah untuk memimpin transisi pemerintahan yang akan menggelar pemilu demokratis.

Dia menyerukan aksi demonstrasi massa yang menentang pemerintah pada pekan ini, bahkan dia meminta militer untuk mengubah keberpihakan.

Setidaknya 40 orang tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan nasional Venezuela. Selain itu, sebanyak 850 orang ditangkap sejak 21 Januari 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber BBC,AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.