Ajak Peduli Lingkungan, Bar di Tokyo Dibangun di Samping Pengolahan Sampah

Kompas.com - 29/01/2019, 19:17 WIB
Dua pengunjung tengah menikmati hidangan dengan pemandangan proses pengolahan sampah di depannya.The Japan Times Dua pengunjung tengah menikmati hidangan dengan pemandangan proses pengolahan sampah di depannya.

KOMPAS.com - Sebuah bar di Tokyo, Jepang yang bernama Gomi Pit didesain unik. Bar itu dibuka persis di samping tempat pembakaran sampah, hanya dibatasi dinding kaca bening.

Dilansir dari South China Morning Post, tempat pembakaran sampah itu bernama Musashino Clean Center.

Bar ini didirikan dengan harapan agar para pengunjung dapat menyadari sampah yang dihasilkan dari kegiatan konsumsi sehari-hari mereka, kemudian mengubah perilakunya.

Jadi, sembari menikmati minuman yang tersaji, pengunjung akan menikmati pengalaman berbeda dengan menyaksikan setumpuk sampah di sampingnya diaduk-aduk dan diangkat menggunakan alat sejenis capitan besar kemudian dibakar.


Beragam jenis sampah ada di sana, mulai dari tas belanja, pakaian bekas, barang-barang rumah tangga, hingga plastik berbagai ukuran dan jenis.

Sebagian besar pengunjungnya adalah para pemuda yang memilih tempat-tempat tidak biasa untuk minum selepas bekerja.

Baca juga: Komunitas di Haiti Olah Sampah Plastik Jadi Produk Fesyen

Salah satu pengunjung, Tomioka, mengaku terkejut menyaksikan remahan sampah beterbangan dari balik kaca. Ia membawa serta kedua anaknya yang berusia 6 tahun dan 4 tahun.

"Ada jenis-jenis sampah yang tidak bisa dibakar sama sekali. Sampah itu harus ditumpuk di suatu tempat, yang berarti semacam warisan buruk dari generasi kita," kata Tomioka.

Bar ini merupakan milik salah satu pejabat setempat. Ia ingin mempromosikan fasilitas canggih pengolahan sampah dan mengajak masyarakat luas bepikir tentang akhir dari limbah yang mereka hasilkan.

Selama ini, masyarakat Jepang sudah dibiasakan memilah limbah yang mereka hasilkan berdasaran jenisnya. Selain itu masyarakat juga harus membayar tiap kantung sampah yang akan diangkut oleh petugas.

Namun, hal itu dinilai belum efektif. Untuk itulah bar dengan konsep langka ini dibuka.

Dengan melihat jumlah sampah yang besar, diharapkan akan lebih memberikan efek psikologis kepada masyarakat.

Benar saja, banyak orang yang terkejut melihat tumpukan sampah di sampingnya.

Tomioka mengaku selama ini sudah mematuhi proses pengelolaan sampah yang dianjurkan, akan tetapi muncul niat lain setelah berkunjung ke Gomi Pit ini.

"Saya ingin mengurangi konsumsi saya. Saya suka memasak, bagi saya itu adalah hobi favorit saya. Mulai sekarang saya akan mencoba untuk meminimalasi limbah makanan. Itu keputusan saya setelah melihat ini," kata Tomioka.

Baca juga: Kamikatsu, Desa Bebas Sampah

Gomi Pit hanya dibuka sementara waktu, namun Musashino Clean Center bisa dikunjungi sepanjang tahun.

Bagi pengunjung yang bukan berasal dari Jepang, jangan khawatir karena informasi tertulis dalam bahasa Jepang dan Inggris.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Hari Ini dalam Sejarah: Manusia Pertama yang Berhasil Jejakkan Kaki di Bulan

Hari Ini dalam Sejarah: Manusia Pertama yang Berhasil Jejakkan Kaki di Bulan

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Komentar Rasis Trump | Kebakaran Kyoto Animation

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Komentar Rasis Trump | Kebakaran Kyoto Animation

Internasional
Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Internasional
AS Klaim Tembak Jatuh 'Drone' Iran, Teheran: Trump Berkhayal

AS Klaim Tembak Jatuh "Drone" Iran, Teheran: Trump Berkhayal

Internasional
Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Internasional
Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Internasional
Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Internasional
Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Internasional
Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Internasional
Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Internasional
Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau 'Ngungsi' ke Rumah Warga

Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau "Ngungsi" ke Rumah Warga

Internasional
Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Internasional
Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Internasional
Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Internasional
Buntut Nyanyian 'Send Her Back' kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa 'Tak Enak'

Buntut Nyanyian "Send Her Back" kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa "Tak Enak"

Internasional
Close Ads X