Kompas.com - 29/01/2019, 11:42 WIB

Pengunduran diri itu sebagai bentuk protes karena Kuala Lumpur melarang atlet Israel untuk berlaga dalam kejuaraan renang.

"Tidak ada tempat bagi hal itu (politik) di olahraga," kata Kizierowski dalam unggahan di Facebook. The Star memberitakan, Malaysia langsung mengumumkan pengganti.

Lebih lanjut, Presiden IPC Andrew Parsons berkata negara yang berminat menjadi tuan rumah harus mengajukan diri paling lambat pada 11 Februari mendatang.

Parsons mengatakan kepada BBC bahwa IPC tengah bekerja dengan sejumlah calon tuan rumah dan yakin kejuaraan akan berlangsung sesuai jadwal.

Baca juga: Bela Keputusan Melarang Atlet Israel, PM Malaysia Sebut Nama Trump

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.