Beredar Ancaman Boikot Produk Starbucks di AS, Ada Apa?

Kompas.com - 29/01/2019, 10:20 WIB
Starbucks SHUTTERSTOCKStarbucks

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Beredar ancaman untuk memboikot produk Starbucks di Amerika Serikat.

Ancaman itu menjurus pada rencana mantan CEO perusahaan kedai kopi itu, Howard Schultz, yang berambisi bersaing dalam pemilu presiden AS pada 2020.

Diwartakan Newsweek, Senin (28/1/2019), Schultz sebelumnya menyatakan keseriusannya untuk mencalonkan diri sebagai presiden AS secara independen.

Baca juga: Mantan Bos Starbucks Ingin Bersaing dalam Pemilu Presiden AS


Namun, pencalonannya tersebut dapat membagi suara dalam pemilu AS 2020 sehingga berpotensi memenangkan Donald Trump.

Trump bisa terpilih kembali karena adanya kandidat dari pihak ketiga yang dapat mengurangi suara capres dari Partai Demokrat.

"Tolong jangan. Bangsa kita menghadapi krisis serius akibat tindakan Donald Trump, dan Anda akan membagi suara yang melawannya," kicau mantan jaksa federeal Renato Mariotti di Twitter.

Sebagian anggota Partai Demokrat menentang rencana Schultz untuk maju dalam pemilu presiden. Sebagian orang menyebutnya sebagai "proyek kesombongan".

"Dia harus melihat ke cermin suatu hari dan memutuskan apakah dia ingin menjadi bagian dari solusi atau bagian dari masalah," kata mantan juru bicara kampanye kepresidenan Hillary Clinton, Jesse Ferguson.

"Sementara rakyat AS tidak menyukai dengan sistem dua partai, mereka bagkan tidak bersemangat dengan partai seamcam ini," imbuhnya, seperti dikutip dari Business Insider.

Lembaga think tank Centre for American Progress juga mendukung aksi boikot terhadap Starbucks.

"Proyek kesombongan yang menghancurkan demokrasi adalah hal menjijikkan," ujar Neera Tanden, presiden lembaga tersebut.

"Jika dia ikut pilpres, saya akan memulai boikot Starbucks karena saya tidak memberikan satu sen pun ke kantong pria yang akan membantu Trump menang," imbuhnya.

Sebelumnya, Schultz mengaku serius mempertimbangkan pencalonan dirinya sebagai presiden dalam pemilu 2020.

Baca juga: Blokir Konten Pornografi, Starbucks Diboikot Situs Video Dewasa

"Kita hidup di masa yang paling rapuh," katanya dalam wawancara di program CBS "60 Minutes", tayang pada Minggu (27/1/2019).

"Bukan hanya fakta bahwa presiden ini tidak memenuhi syarat untuk menjadi presiden, tapi fakta kedua belah pihak secara konsisten tidak melakukan apa yang diperlukan atas nama rakyat," tuturnya.

"Mereka terlibat dalam politik balas dendam setiap hari," imbuhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X