Kerugian "Shutdown" AS Lebih Besar dari Biaya Bangun Tembok Perbatasan

Kompas.com - 29/01/2019, 06:06 WIB
Pengumuman kepada pengunjung perihal Museum Smithsonian di Kota New York ditutup karena shutdown pemerintah Amerika Serikat. Foto ini diambil pada Rabu (2/1/2019). (AFP/Spencer Platt) Pengumuman kepada pengunjung perihal Museum Smithsonian di Kota New York ditutup karena shutdown pemerintah Amerika Serikat. Foto ini diambil pada Rabu (2/1/2019). (AFP/Spencer Platt)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Penutupan sebagian layanan pemerintah federal Amerika Serikat atau shutdown yang berlangsung selama lima pekan begitu berdampak pada perekonomian.

Kantor Anggaran Kongres (CBO) melaporkan, shutdown telah menguras 11 miliar dollar AS atau sekitar Rp 154,7 triliun dari perekonomian AS.

Angka tersebut sekitar dua kali jumlah yang Presiden AS Donald Trump ajukan untuk mendanai tembok perbatasan dengan Meksiko.

Baca juga: Trump Peringatkan Bakal Kembali Ambil Opsi Shutdown

Sebagai informasi, Trump mengajukan anggaran 5,7 miliar atau Rp 80 triliun guna membangun dinding.

Diwartakan CNBC, Senin (28/1/2019), kerugian tersebut akibat hilangnya produksi yang dihasilkan oleh pekerja federal, penundaan belanja pemerintah, dan kurangnya permintaan.

Laporan CBO yang independen itu juga menyatakan, meski sebagian kerugian pada perekonomian akan pulih ketika pekerja federal kembali bekerja, namun 3 miliar dollar AS atau Rp 42,2 triliun hilang secara permanen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, shutdown yang menimpa sekitar seperempat layanan pemerintah AS berlangsung selama hampir 35 hari.

"Di antara mereka yang mengalami dampak negatif terbesar dan paling langsung adalah pekerja federal yang menghadapi penundaan kompensasi," tulis laporan CBO.

Selain pekerja federal, entitas sektor swasta juga kehilangan pendapatan.

AFP mengabarkan, penutupan sebagian pemerintah federal terpanjang dalam sejarah AS membuat sekitar 800.000 orang harus bekerja tanpa upah atau dicutikan.

Meski demikian, mereka akan menerima gaji tersebut pada pekan ini. Namun, pekerja kontrak pemerintah termasuk pegawai bayaran per jam, tidak diberi kompensasi atas hilangnya penghasilan mereka.

Penghentian berbagai perizinan dan persetujuan utang kemungkinan mulai membuat perusahaan menunda investasi.

Baca juga: Selama Shutdown, Karyawan Klub Golf Milik Trump Mendadak Dipecat

Shutdown juga membuat bandara di Miami dan New York menghentikan beberapa jadwal penerbangan karena kurangnya pekerja pada lalu lintas udara.

Dalam jajak pendapat terbaru, sebagian besar rakyat AS menyalahkan Trump atas shutdown yang terjadi.

Sementara, pemimpin AS itu telah mengancam akan mengeluarkan status darurat untuk membangun tembok perbatasan apabila tidak ada kesempatan di Kongres.



Sumber CNBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.