Kompas.com - 28/01/2019, 10:51 WIB
Presiden AS Donald Trump menunjukkan meja makan penuh dengan makanan cepat saji ala Amerika, yang akan disajikan untuk tim juara liga football nasional, Clemson Tigers, di ruang makan Gedung Putih, Senin (14/1/2019) malam. AFP / SAUL LOEBPresiden AS Donald Trump menunjukkan meja makan penuh dengan makanan cepat saji ala Amerika, yang akan disajikan untuk tim juara liga football nasional, Clemson Tigers, di ruang makan Gedung Putih, Senin (14/1/2019) malam.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Masa penutupan layanan pemerintahan (shutdown) Amerika Serikat (AS) telah berakhir sejak Jumat pekan lalu (25/1/2019).

Namun, Presiden Donald Trump memperingatkan dia bakal kembali mengambil opsi shutdown jika dia tidak mendapatkan dana untuk membangun tembok perbatasan Meksiko.

Pernyataan itu dia sampaikan dalam wawancaranya dengan Wall Street Journal, sebagaimana dikutip The Hill Minggu (27/1/2019).

Baca juga: Trump Sepakat Akhiri Shutdown untuk 21 Hari

Trump mengomentari pembentukan Komite Alokasi Kongres AS berisi 17 wakil rakyat yang dipimpin politisi Demokrat Nita Lowey.

Komite itu bakal merumuskan usulan bipartisan untuk mencari solusi terkait keamanan perbatasan maupun isu di sektor imigrasi.

Salah satu yang bakal dibahas adalah permintaan dana 5,7 miliar dollar AS, sekitar Rp 80 triliun, untuk membangun tembok di Meksiko.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden 72 tahun itu menyuarakan keraguan komite itu bakal mendapatkan resolusi bipartisan terkait dengan masalah di perbatasan.

"Secara pribadi, saya berpikir kesepakatan itu bakal kurang dari 50-50. Namun kami masih punya politisi handal di sana (Kongres)," papar Trump.

Dia menuturkan bakal sulit menerima jika dana untuk membangun tembok perbatasan bakal kurang dari 5 miliar dollar AS.

"Saya meragukannya. Saya harus melakukan sesuatu dengan benar," tutur Trump. Dia berujar shutdown lain masuk ke dalam pertimbangannya.

Ucapan Trump itu mendapat respon dari Senator Shelley Moore Capito yang merupakan anggota komite yang menyatakan dia menaruh optimisme.

"Jika Anda melihat dari kedua belah pihak, shutdown merupakan pengalaman mengerikan yang menimpa semua orang," tutur politisi Partai Republik itu.

Sebelumnya, Trump mengumumkan telah sepakat untuk menandatangani resolusi yang membuka pemerintahan untuk sementara waktu.

Keputusan tersebut mengakhiri shutdown terlama dalam sejarah AS itu di hari ke-35. Namun resolusi itu hanya berlangsung hingga 15 Februari.

Sejak terjadi pada 22 Desember 2018, shutdown berimbas kepada 800.000 pegawai negeri AS di mana mereka terpaksa dirumahkan atau bekerja tanpa dibayar.

Baca juga: Selama Shutdown, Karyawan Klub Golf Milik Trump Mendadak Dipecat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Hill
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.