AS dan Kanada Kerahkan Jet Tempur untuk Kawal Pesawat Pembom Rusia

Kompas.com - 27/01/2019, 20:36 WIB
Pesawat pembom strategis milik Rusia, Tupolev Tu-160. AFP / HANDOUT / FRENCH AIR FORCEPesawat pembom strategis milik Rusia, Tupolev Tu-160.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Angkatan Udara AS dan Kanada mengerahkan jet tempurnya untuk mengawal dua unit pesawat pembom strategis milik Rusia.

Tiga pesawat milik Angkatan Udara AS bersama dengan dua jet tempur Kanada telah diterbangkan pada Sabtu (26/1/2019) untuk mengawal dua pesawat pembom Tupolev Tu-160 yang terbang di atas kawasan Samudra Arktik, yang berdekatan dengan garis pantai utara Amerika.

Sebuah pesawat sistem peringatan dan kontrol udara E-3 dan dua jet tempur F-22 milik AS, serta dua unit jet tempur CF-18 milik Angkatan Udara Kanada diterbangkan dari Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD).

Baca juga: Pesawat Pembom Rusia Jatuh di Kutub Utara, Tiga Awak Tewas

Dua buah pesawat pembom strategis milik Rusia Tu-160 telah terdeteksi memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara Kanada pada 26 Januari 2019.

Pesawat pembom tetap berada di wilayah udara internasional dan tidak sampai memasuki wilayah kedaulatan. Demikian tulis laporan Badan Urusan Publik NORAD kepada TASS, Minggu (27/1/2019).

"Prioritas  utama NORAD adalah membela AS dan Kanada," kata Komandan NORAD, Jenderal Terrence J. O’Shaughnessy, dalam pernyataannya.

Kemampuan kami untuk melindungi negara-negara kami dimulai dengan berhasi mendeteksi, melacak, dan mengidentifikasi secara positif pesawat terbang yang mendekati wilayah udara AS dan Kanada," tambahnya, seperti dilansir Associated Press.

Sementara pihak Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, dua pesawat pembom strategisnya telah menyelesaikan misi penerbangan terjadwal di atas wilayah perairan netral di Samudra Arktik pada Sabtu (26/1/2019) lalu.

Kedua pembom tersebut juga melakukan misi latihan pengisian bahan bakar dalam penerbangan yang memakan waktu lebih dari 15 jam. Demikian disampaikan pihak kementerian.

"Pilot penerbangan jarak jauh secara teratur melakukan misi penerbangan di atas perairan netral di Laur Arktik, Atlantik Utara, Laut Hitam, Laut Kaspia, dan Pasifik," kata kementerian Rusia.

"Seluruh penerbangan yang dilakukan Angkatan Udara Rusia selalu memperhatikan kepatuhan ketat terhadap aturan internasional dalam penggunaan ruang udara," tambahnya.

Baca juga: Jet Tempur AS Hadang 2 Pembom Rusia, Pentagon Lancarkan Protes



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X