Qatar Hentikan Dana Bantuan untuk Bayar Gaji Pegawai Hamas di Gaza

Kompas.com - 27/01/2019, 11:02 WIB
Pegawai Hamas menukar uang setelah mereka menerima gaji pertama sejak berbulan-bulan pada November lalu. AFP / SAID KHATIBPegawai Hamas menukar uang setelah mereka menerima gaji pertama sejak berbulan-bulan pada November lalu.

JALUR GAZA, KOMPAS.com - Pemerintah Qatar memutuskan untuk tak lagi memberikan dana bantuan untuk membayar gaji karyawan Hamas di Gaza.

Langkah tersebut diambil setelah kelompok yang memegang kendali di Gaza itu menolak menerima uang dana bantuan yang dikirimkan di bawah kondisi yang ditentukan Israel.

"Kami tidak akan (lagi) membayar gaji para karyawan Hamas di Gaza," kata Duta Besar Qatar untuk Jalur Gaza, Mohammed al-Emadi, Sabtu (26/1/2019).

Sebelumnya diberitakan, otoritas Israel telah memblokir pengiriman dana bantuan dari Qatar ke Gaza, setelah terjadinya bentrokan di perbatasan antara militer Israel dengan anggota kelompok Hamas.


Bentrokan tersebut menyebabkan seorang tentara Israel terluka akibat tembakan peluru di bagian kepala, sementara seorang anggota Hamas dilaporkan tewas.

Namun dana bantuan tersebut pada akhirnya tetap diizinkan melewati Israel setelah ditahan selama beberapa hari.

Baca juga: Hamas Pilih Tolak Uang Bantuan Qatar yang Sempat Diblokir Israel

Hamas menilai tindakan Israel yang menahan dana bantuan Qatar sebagai upaya memeras rakyat Gaza dan mempermalukan Qatar, sehingga memilih untuk tidak menerima dana bantuan tersebut.

Dana bantuan sebesar 15 juta dollar AS (sekitar Rp 212 miliar) tersebut adalah bagian dari kesepakatan pemberian bantuan senilai total 90 juta dollar (sekitar Rp 1,3 trililun) dari Qatar untuk Jalur Gaza yang dibayarkan selama enam bulan sejak November 2018.

Dana yang digunakan untuk membayar gaji pegawai Hamas dan bantuan kepada warga miskin di Gaza itu menjadi bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dengan Israel.

Meski tak lagi membayar gaji pegwai Hamas, pemerintah Qatar akan tetap memberikan dana bantuan untuk warga miskin di Gaza.

Pada Sabtu (26/1/2019), sebanyak 94.000 keluarga miskin di Jalur Gaza menerima masing-masing 100 dollar (sekitar Rp 1,4 juta) dari dana bantuan Qatar.

Al-Emadi menambahkan, pemerintah Qatar masih akan tetap menyalurkan sisa dana bantuan untuk Gaza sebesar 60 juta dollar AS melalui program-program PBB.

"Kedua belah pihak kini telah merasa lega, dan cara ini lebih baik," ujarnya, seperti dikutip AFP.

Baca juga: Israel Tahan Dana Bantuan Qatar untuk Jalur Gaza

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X