Trump Sepakat Akhiri "Shutdown" untuk 21 Hari

Kompas.com - 26/01/2019, 09:06 WIB
Presiden Amerika Serikar Donald Trump membuat pernyataan tentang imigrasi dan tembok perbatasan dari Gedung Putih, Sabtu (19/1/2019). (AFP/Brendan Smialowski). Presiden Amerika Serikar Donald Trump membuat pernyataan tentang imigrasi dan tembok perbatasan dari Gedung Putih, Sabtu (19/1/2019). (AFP/Brendan Smialowski).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepakat untuk mengakhiri shutdown tanpa harus membangun tembok perbatasan seperti yang dia inginkan selama ini.

Namun, persetujuan Trump untuk membuka kembali pemerintahan hanya berlaku sementara waktu yaitu tiga pekan.

Diwartakan CNN, Jumat (25/1/2019), DPR dan Senat menyetujui langkah tersebut dengan mengetok palu belanja pemerintah jangka pendek, dengan tidak mencantumkan anggaran 5,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 80 triliun untuk tembok perbatasan.

Baca juga: Trump Sepakat Tunda Pidato Kenegaraan hingga Shutdown Berakhir


Sementara itu, pembahasan anggaran tembok perbatasan AS-Meksiko akan dijadwalkan setelah lembaga pemerintah kembali beroperasi.

Desakan untuk mengakhiri shutdown terus berlangsung agar pekerja federal bisa kembali bekerja dan mendapatkan upah mereka.

"Saya akan menandatangani undang-undang untuk membuka kembali pemerintahan kita selama tiga pekan," kata Trump.

"Selama 21 hari ke depan, saya berharap baik Partai Demokrat dan Republik akan bekerja dengan itikad baik," imbuhnya.

Seperti diketahui, Partai Demokrat bersikeras agar Trump menandatangani langkah untuk membuka kembali pemerintahan agar pembahasan tembok perbatasan dapat dilakukan. Setelah selama berminggu-minggu melakukan perlawanan, akhirnya Trump setuju.

Kesepakatan yang telah dicapai antara eksekutif dan legislatif akan berlaku sampai 15 Februari 2019.

Sekali lagi, Trump menekankan bahwa jika dinding tidak dibangun, maka dia akan mengeluarkan status darurat di perbatasan.

"Kita tidak punya pilihan selain membangun tembok kuat atau penghalang baja," ucapnya, seperti diwartakan Sky News.

Baca juga: Shutdown Pemerintah AS Picu Lonjakan Akses ke Situs Porno

"Jika kita tidak dapat kesepakatan adil dari kongres, pemerintah akan tutup kembali pada 15 Februari atau saya akan menggunakan kekuatan untuk mengeluarkan status darurat," imbuhnya.

Pemimpin Senat dari Partai Demokrat Chuck Schumer optimistis resolusi atas keamanan perbatasan dapat dicapai setelah pemerintah dibuka kembali.

"Kami di Kongres akan menyingsingkan lengan baju kami dan mencoba menemukan beberapa kesepakatan tentang keamanan perbatasan," tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN,Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X