Semangat Menyongsong Pemilu, Akhir dari Pemerintahan Militer Thailand

Kompas.com - 25/01/2019, 20:27 WIB
Chiang Mai, Thailand. DOK CERITALAHChiang Mai, Thailand.

SOPA Trontong atau Khun Sopa, 34 tahun, adalah mantan akademisi yang kini menjadi penasihat finansial di Chiang Mai.

Penampilannya serba rapi. Khun Sopa terlihat sangat profesional dan tenang. Namun saat ditanyakan soal seberapa adil pemilihan umum Thailand yang akan datang, dia mengaku tidak terlalu tertarik dalam politik.

Rumah Khun Sopa tampak sangat terawat. Dia memiliki kesukaan terhadap warna abu-abu, perak, dan kelabu tua. Rumah itu menyimpan sejarah pribadi yang cukup kompleks.

Dilahirkan di Mae Rim (pinggiran kota Chiang Mai) dari keluarga petani yang berkesusahan, Khun Sopa terpaksa tinggal bersama neneknya, karena orangtuanya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Baca juga: Thailand Gelar Pemilihan Umum pada 24 Maret

Namun, dia masih ingat era kepemimpinan Thaksin Shinawatra (2001-2006) sebagai masa yang makmur tiada tara. “Keadaan ekonomi orangtua sangat stabil, bahkan mereka memulai bisnis sampingan dengan menjual alat-alat pertanian, pupuk, dan pestisida,” katanya.

Oleh karena itu, ayahnya sangat mengidolakan Thaksin. Namun dia jauh lebih objektif dalam menilai sang mantan perdana menteri yang berasal dari Chiang Mai ini. “Saya sudah tidak bisa berbicara politik lagi dengan ayah saya,” ujarnya.

Saat bertutur pada Ceritalah, Khun Sopa menunjukkan kecenderungannya sebagai kelas menengah, dan ketidaksukannya terhadap Konflik Merah dan Kuning di era kepemimpinan setelah Thaksin.

Dia pun mengaku mendukung Jenderal Prayuth Chan-o-cha saat kudeta pada 2014 terjadi. Sebab, menurut dia, kekuatan militer mampu membawa stabilitas bagi Kerajaan dengan populasi 69 juta ini.

Namun saat ini, ketika ekonomi Thailand terseok-seok dengan pertumbuhan hanya sekitar 4,1 persen di 2018, Khun Shopa mulai berargumen. “Negara ini membutuhkan Perdana Menteri yang ‘nyata’, mungkin dari kalangan pebisnis yang bisa memandu kami menyelesaikan tantangan-tantangan ini,” ujarnya.

Sebagai penasihat finansial, dia telah berurusan dengan pemilik usaha kecil selama empat tahun. Khun Sopa mengaku banyak dari mereka yang harus menutup bisnisnya di tengah-tengah masa sulit ini.

“Keadaan ekonomi yang buruk ini sangat berdampak ke penduduk kota. Petani pada umumnya bisa menghidupi diri mereka sendiri. Generasi muda benar-benar merasakan perubahan ini. Ini merupakan kejadian yang sangat besar,” jelas Khun Sopa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demonstrasi Kenaikan Harga BBM di Iran, 106 Orang Tewas

Demonstrasi Kenaikan Harga BBM di Iran, 106 Orang Tewas

Internasional
Disebut Tak Tertandingi di Timur Tengah, Apa Saja Rudal yang Dipunyai Iran?

Disebut Tak Tertandingi di Timur Tengah, Apa Saja Rudal yang Dipunyai Iran?

Internasional
Studi Pentagon: Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah

Studi Pentagon: Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 600 Demonstran Hong Kong Menyerah | Mia Khalifa Kisahkan Pengalaman

[POPULER INTERNASIONAL] 600 Demonstran Hong Kong Menyerah | Mia Khalifa Kisahkan Pengalaman

Internasional
Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Internasional
Menyeberang Sambil Pakai 'Headphone' dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Menyeberang Sambil Pakai "Headphone" dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Internasional
Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Internasional
Mantan Model Playboy Ini Berniat 'Nyalon' Jadi Presiden Kroasia

Mantan Model Playboy Ini Berniat "Nyalon" Jadi Presiden Kroasia

Internasional
Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Internasional
Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Internasional
Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Internasional
Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Internasional
Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Internasional
Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Internasional
Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X